TPN Ganjar-Mahfud: Quick Count Jangan Menimbulkan Persepsi Menyesatkan
Selasa, 13 Februari 2024 - 18:09 WIB
loading...
A
A
A
“Pertanyaannya, apakah quick count itu fair atau tidak, apakah quick count itu imparsial atau tidak, apakah quick count itu bebas atau tidak, ini menjadi pertanyaan yang muncul setiap pelaksanaan pilpres,” tegasnya.
Baca juga: Kapan Quick Count Hasil Pemilu Boleh Diumumkan? Begini Aturannya
Kemudian, apakah quick count itu bisa dipakai oleh pihak-pihak tertentu, apakah bisa dipakai oleh pasangan calon (paslon) tertentu yang merupakan bagian dari pengondisian. “Nah itulah bagian yang menjadi concern kita,” tegasnya.
Todung menambahkan, potensi hasil hitung cepat menjadi bagian pengondisian kemudian dijustifikasi menjadi output pilpres, kondisi tersebut mungkin saja bisa terjadi.
“Banyak sekali pemberitaan di media yang menyatakan paslon 02 targetnya itu satu putaran. Boleh saja, tapi quick count tidak bisa menjustifikasi itu. Karena hasil resmi baru diumumkan satu bulan setelah hari pemungutan suara, dan melalui proses penghitungan manual,” jelasnya.
Baca juga: Kapan Quick Count Hasil Pemilu Boleh Diumumkan? Begini Aturannya
Kemudian, apakah quick count itu bisa dipakai oleh pihak-pihak tertentu, apakah bisa dipakai oleh pasangan calon (paslon) tertentu yang merupakan bagian dari pengondisian. “Nah itulah bagian yang menjadi concern kita,” tegasnya.
Todung menambahkan, potensi hasil hitung cepat menjadi bagian pengondisian kemudian dijustifikasi menjadi output pilpres, kondisi tersebut mungkin saja bisa terjadi.
“Banyak sekali pemberitaan di media yang menyatakan paslon 02 targetnya itu satu putaran. Boleh saja, tapi quick count tidak bisa menjustifikasi itu. Karena hasil resmi baru diumumkan satu bulan setelah hari pemungutan suara, dan melalui proses penghitungan manual,” jelasnya.
(cip)
Lihat Juga :