Serangan Fajar, Wong Cilik, dan Jawa

Selasa, 13 Februari 2024 - 07:54 WIB
loading...
A A A
Yang pertama, adalah mereka yang menerima uang atau sembako tapi tak akan memberi suara pada si pemberi. Yang kedua, menerima uang/sembako dan memberikan suara pada pemberi. Yang terakhir adalah populasi terbesar, yakni mereka yang memberi suara pada si pemberi dengan jumlah nilai terbesar uang atau sembakonya.

Martabat Wong Cilik

Penulis tumbuh dari keluarga sederhana, dalam konteks status serta struktur masyarakat kelas menengah-bawah, mengalami pun meghayati sebagai wong cilik, yang terbiasa sepanjang hidup mengalami tekanan secara psiko-sosiologis. Acapkali menjadi objek daripada menjadi subjek dalam strata dan kontruksi masyarakat paska modern yang kompleks ini.

Menjadi orang Jawa, penulis masih percaya ada 'suara-suara lain' dari timbunan ingatan komunal ribuan-tahun, tentang memberi arti martabat diri sebagai membangun ikhtiar menuju manusia utuh, dadi Wong Jowo. Iming-iming tentang harta-benda, uang apalagi kekuasaan menjadi sebuah nilai-nilai abstrak tentang hal yang berkarakter sejatinya imaterial. Tak menyoal benda saja. Tentunya, itu masih menjadi pertimbangan-pertimbangan 'ajining diri' untuk diterima atau ditolak sama sekali tergantung situasi dan kondisi.

Taruhlah, konsep tentang empan-papan. Yang pengertian mendalamnya adalah orang Jawa yang sangat peduli pada situasi tertentu. Manusia tak boleh mengabaikan situasi dan kondisi lingkungan, konteks frasa ini adalah pada capres yang seringkali melabrak rambu-rambu hukum, sebab ia akan mengakibatkan kondisi proposisi gonyak-ganyuk nglelingsemi, yakni membuat malu karena tidak tahu diri, yang pada akhirnya menimbulkan karyenak tyasing sesami, yang membuat rakyat banyak hatinya menjadi tidak tenteram.

Bagaimana tidak, jika kepentingan publik berupa kekuasaan untuk mengorganisir sebuah negara untuk kesetaraan dan keadilan, senyatanya hanya untuk kepentingan keluarga dan kelompoknya saja, di manakah rasa malu? Hal tersebut membuat orang lain tak bisa nyaman, malahan bisa memicu amarah massal.
Orang-orang Jawa, mengajarkan bahwa senyatanya martabat atau harga diri menyetubuh dalam karakter kamanungsan, yaitu sikap diri yang selalu mengutamakan perilaku yang berlandas kepantasan dan kepatutan manusiawi dalam memperlakukan orang lain secara etis.

Kita masih ingat, akhir 2023 lalu, tatkala kasus masyarakat adat di daerah Rempang, Provinsi Kepualauan Riau mendadak menjadi isu nasional, mereka menolak Proyek Stategis Nasional dengan pemindahan lokasi, terutama makam leluhur mereka. Di Jawa, ada pepatah sadumuk bathuk sanyari bumi ditohi pati, yang secara harfiah bermakna satu sentuhan kening, satu jari luasnya bumi bertaruh nyawa, menunjukkan bahwa akar fundamen penting yang prinsipiil dalam kosmologi Orang Jawa kaitan antara 'kehormatan', 'tanah', dan 'moral' adalah yang akan dibela mati-matian sampai titik darah penghabisan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BRIN Siap Selamatkan...
BRIN Siap Selamatkan Pantura Jawa lewat Giant Sea Wall
KPU Tepis Tudingan Roy...
KPU Tepis Tudingan Roy Suryo Selundupkan Aturan Soal Ijazah untuk Loloskan Gibran
Minta Relawan Tak Terpancing...
Minta Relawan Tak Terpancing Isu Negatif, Gibran: Saya Sendiri Saja Tidak Pernah Menanggapi
Jelang Setahun Pemerintahan...
Jelang Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Wapres Temui Relawan Pendukung
Berkaca dari Pilpres...
Berkaca dari Pilpres pada Momen Pemilihan Ketum PSI, Kaesang: Yang Menang Nomor 2
Ganjar-Mahfud Kalah...
Ganjar-Mahfud Kalah Pilpres 2024, Megawati: Ini Rekayasa dari Mana Pelajarannya?
Tren Pesta Pernikahan,...
Tren Pesta Pernikahan, Pertahankan Nuansa Tradisional dengan Sentuhan Modern
Mengapa Orang Jawa Menyebut...
Mengapa Orang Jawa Menyebut Bulan Syaban dengan Kata Ruwah?
Pevita Pearce Pamer...
Pevita Pearce Pamer Foto Bareng Ji Chang Wook di Prambanan, Kompak Berbusana Adat Jawa
Rekomendasi
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
Link Live Streaming...
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved