Aktivis Katolik Dukung Prabowo-Gibran demi Keberlanjutan Pembangunan
Jum'at, 09 Februari 2024 - 22:32 WIB
loading...
A
A
A
“Umat Katolik melihat kesempatan untuk ambil bagian dalam akselerasi pembangunan ke depan. Tentu kami melihat bahwa Jokowi terasosiasi dengan paslon nomor urut 2," kata Gusma.
Dia mengajak seluruh aktivis Katolik berkomitmen penuh menyukseskan Pemilu 2024 yang damai dan tanpa kecurangan. Dia juga menolak segala bentuk penyebaran hoaks, ujaran kebencian, money politic, politisasi agama dan etika dalam proses politik elektoral yang berlangsung.
“Bila satu putaran pemilu ini tentu menghemat biaya dan efisiensi proses politik, sehingga dana yang tidak terpakai dapat dibelanjakan untuk agenda pembangunan dan pemberdayaan masyarakat selanjutnya,” ujar Gusma.
“Menindaklanjuti pernyataan Kardinal Ignatius Suharyo, alangkah baiknya kita berjalan bersama untuk menyuarakan Pemilu damai dan bebas dari segala bentuk kecurangan selaras dengan surat edaran Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Kiranya kita menjatuhkan pilihan berdasarkan hati nurani dan independen tanpa intimidasi, tekanan, dan paksaan yang menggelisahkan,” sambungnya.
Dia menambahkan walaupun berbeda pilihan politik, para aktivis Katolik adalah domba-domba yang setia dan berjanji akan selalu membawa nilai kekatolikan di mana pun mereka berada.
Dia mengajak seluruh aktivis Katolik berkomitmen penuh menyukseskan Pemilu 2024 yang damai dan tanpa kecurangan. Dia juga menolak segala bentuk penyebaran hoaks, ujaran kebencian, money politic, politisasi agama dan etika dalam proses politik elektoral yang berlangsung.
“Bila satu putaran pemilu ini tentu menghemat biaya dan efisiensi proses politik, sehingga dana yang tidak terpakai dapat dibelanjakan untuk agenda pembangunan dan pemberdayaan masyarakat selanjutnya,” ujar Gusma.
“Menindaklanjuti pernyataan Kardinal Ignatius Suharyo, alangkah baiknya kita berjalan bersama untuk menyuarakan Pemilu damai dan bebas dari segala bentuk kecurangan selaras dengan surat edaran Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Kiranya kita menjatuhkan pilihan berdasarkan hati nurani dan independen tanpa intimidasi, tekanan, dan paksaan yang menggelisahkan,” sambungnya.
Dia menambahkan walaupun berbeda pilihan politik, para aktivis Katolik adalah domba-domba yang setia dan berjanji akan selalu membawa nilai kekatolikan di mana pun mereka berada.
(jon)
Lihat Juga :