Ganjar Pranowo: Demokrasi Indonesia Berjalan di Rel Keliru
Jum'at, 09 Februari 2024 - 16:25 WIB
loading...
Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo menyebut demokrasi Indonesia berjalan di rel keliru. Foto/MPI/jonathan
A
A
A
JAKARTA - Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo mengungkapkan, kegelisahannya atas kondisi demokrasi di Indonesia yang dinilai berjalan tidak sesuai nilai dan kaidah yang berlaku.
Ganjar juga menyoroti sejumlah pelanggaran yang terjadi di Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU), serta suara masyarakat sipil yang semakin tidak didengarkan.
“Nah, kalau MK-nya kena problem etika, KPU-nya kena problem. Etika apa yang mau dibicarakan dalam demokrasi kita, sebagai negara demokrasi yang cukup besar?” kata Ganjar saat berbicara pada Podcast “Speak Up” yang dikelola Abraham Samad, pada Jumat, (9/2/2024).
Baca juga: Band Jamrud Ramaikan Hajatan Rakyat Cibinong, Penonton Melompat dan Nyanyi Bersama
“Kemudian ya peringatan kemarin. Satu, dua dan tiga enggak didengarkan. Kampus bicara, tokoh agama bicara. Semuanya bicara. Maka, ini sebenarnya gejala yang tampak demokrasi tidak baik-baik saja. Bagi yang merasa punya nilai dan melihat ini sedang berjalan di jalan atau rel yang keliru. Dia berbicara, mengingatkan. Dan, peringatan ini, mustinya didengarkan atau kita sedang mempertaruhkan demokrasi kita,” tutur Ganjar.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) dua periode itu juga menjawab pertanyaan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad terkait pernyataan penutupnya pada debat Capres terakhir, Minggu, 4 Februari 2024, yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta Convention Center (JCC).
Baca juga: Walhi Sebut Tak Kesulitan Berdialog dengan Ganjar: Beliau Berlatar Belakang Mapala
Ganjar juga menyoroti sejumlah pelanggaran yang terjadi di Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU), serta suara masyarakat sipil yang semakin tidak didengarkan.
“Nah, kalau MK-nya kena problem etika, KPU-nya kena problem. Etika apa yang mau dibicarakan dalam demokrasi kita, sebagai negara demokrasi yang cukup besar?” kata Ganjar saat berbicara pada Podcast “Speak Up” yang dikelola Abraham Samad, pada Jumat, (9/2/2024).
Baca juga: Band Jamrud Ramaikan Hajatan Rakyat Cibinong, Penonton Melompat dan Nyanyi Bersama
“Kemudian ya peringatan kemarin. Satu, dua dan tiga enggak didengarkan. Kampus bicara, tokoh agama bicara. Semuanya bicara. Maka, ini sebenarnya gejala yang tampak demokrasi tidak baik-baik saja. Bagi yang merasa punya nilai dan melihat ini sedang berjalan di jalan atau rel yang keliru. Dia berbicara, mengingatkan. Dan, peringatan ini, mustinya didengarkan atau kita sedang mempertaruhkan demokrasi kita,” tutur Ganjar.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) dua periode itu juga menjawab pertanyaan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad terkait pernyataan penutupnya pada debat Capres terakhir, Minggu, 4 Februari 2024, yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta Convention Center (JCC).
Baca juga: Walhi Sebut Tak Kesulitan Berdialog dengan Ganjar: Beliau Berlatar Belakang Mapala
Lihat Juga :