Mahfud MD Sebut Harga Sembako Mahal Karena Banyak Korupsi dan Mafia
Kamis, 08 Februari 2024 - 06:14 WIB
loading...
A
A
A
Menurut pria kelahiran Sampang ini, pemerintah juga telah mengalokasikan bantuan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) berupa solar ke petani dan nelayan, tapi ada indikasi dikorupsi di tengah jalan, karena ada mafianya. Hingga akhirnya dijual mahal ke petani dan nelayan di daerah.
"Ini yang harus kita sikat ke depan saudara. Oleh sebab itu, salah satu program kami besok itu akan memfungsikan kembali Bulog, Badan Urusan Logistik Negara untuk menangani hal-hal ini, beras, jagung, garam, dan sebagainya itu nanti akan diurus oleh Bulog secara lebih teratur," katanya.
"Tidak semua, sekarang punya Bulog sudah numpuk beras, numpuk bahan pangan, lalu di sini ada importir swasta yang berkolusi dengan pejabat, lalu yang di sini busuk, yang di sini mahal, itu yang menyebabkan barang mahal," katanya.
Baca juga: Momen Mahfud MD Ditanya soal Tenaga Pendidikan dan Kurangnya Infrastruktur Teknologi
Mantan Menko Polhukam ini juga menambahkan, pembukaan kran impor beberapa komoditi pangan membuat masyarakat Indonesia, terutama petani menderita. Ia mencontohkan, bagaimana Pulau Madura yang terkenal sebagai pulau penghasil garam di dunia internasional, saat ini garamnya tidak laku.
"Ini yang harus kita sikat ke depan saudara. Oleh sebab itu, salah satu program kami besok itu akan memfungsikan kembali Bulog, Badan Urusan Logistik Negara untuk menangani hal-hal ini, beras, jagung, garam, dan sebagainya itu nanti akan diurus oleh Bulog secara lebih teratur," katanya.
"Tidak semua, sekarang punya Bulog sudah numpuk beras, numpuk bahan pangan, lalu di sini ada importir swasta yang berkolusi dengan pejabat, lalu yang di sini busuk, yang di sini mahal, itu yang menyebabkan barang mahal," katanya.
Baca juga: Momen Mahfud MD Ditanya soal Tenaga Pendidikan dan Kurangnya Infrastruktur Teknologi
Mantan Menko Polhukam ini juga menambahkan, pembukaan kran impor beberapa komoditi pangan membuat masyarakat Indonesia, terutama petani menderita. Ia mencontohkan, bagaimana Pulau Madura yang terkenal sebagai pulau penghasil garam di dunia internasional, saat ini garamnya tidak laku.
Lihat Juga :