TPN Ganjar-Mahfud Ingatkan Kultur Demokrasi Jangan Sampai Rusak
Rabu, 07 Februari 2024 - 18:04 WIB
loading...
Sekretaris TPN Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Hasto Kristiyanto mengatakan, untuk urusan rakyat, urusan Pemilu harus ke depankan hati nurani, Rabu (7/2/2024). Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris TPN Ganjar Pranowo-Mahfud MD , Hasto Kristiyanto mengatakan, untuk urusan rakyat, urusan Pemilu harus ke depankan hati nurani. Sehingga, distorsi yang terjadi saat ini menjelang Pemilu sebaiknya dihentikan, agar kultur demokrasi tidak rusak.
Hal itu disampaikan Hasto saat berbicara di diskusi Pilpres dan Memulihkan Distorsi Kompetisi Menjadi Kompromi yang digelar Forum Dialog Nusantara (FDN) di Jakarta, Rabu (7/2/2024).
"Hati nurani rakyat, jangan diintervensi, jangan ganggu kedaulatan rakyat itu didalam menentukan pilihannya. Jadi siapa yang menyalahgunakan keyakinan rakyat, termasuk juga dari KPU dan Bawaslu, ingat Karmapala. Itu lokal wisdom kita. Keyakinan kita," kata Hasto.
Hasto menyoroti sejumlah distorsi antara lain terkait tekanan terhadap sejumlah kepala daerah yang bahkan akhirnya mengubah sikap politik, penurunan bendera PDIP yang sah sebagai peserta Pemilu dan hal lainnya sehingga sejumlah tokoh nasional seperti Jusuf Kalla, Shinta Wahid, dan lain-lainnya turun untuk mengingatkan agar kultur demokrasi terus terjaga.
Baca juga: Pengamat Nilai Politisasi Bansos di Pemilu 2024 Ancam Demokrasi Indonesia
Menurut Hasto, demokrasi harus dijaga berjalan secara fair, sehingga pemaksaan skenario satu putaran itu tidak perlu dilakukan. Kalau baik pasti rakyat akan tanpa dipaksa-paksa akan menilai dengan baik, dengan penuh kegembiraan.
Hal itu disampaikan Hasto saat berbicara di diskusi Pilpres dan Memulihkan Distorsi Kompetisi Menjadi Kompromi yang digelar Forum Dialog Nusantara (FDN) di Jakarta, Rabu (7/2/2024).
"Hati nurani rakyat, jangan diintervensi, jangan ganggu kedaulatan rakyat itu didalam menentukan pilihannya. Jadi siapa yang menyalahgunakan keyakinan rakyat, termasuk juga dari KPU dan Bawaslu, ingat Karmapala. Itu lokal wisdom kita. Keyakinan kita," kata Hasto.
Hasto menyoroti sejumlah distorsi antara lain terkait tekanan terhadap sejumlah kepala daerah yang bahkan akhirnya mengubah sikap politik, penurunan bendera PDIP yang sah sebagai peserta Pemilu dan hal lainnya sehingga sejumlah tokoh nasional seperti Jusuf Kalla, Shinta Wahid, dan lain-lainnya turun untuk mengingatkan agar kultur demokrasi terus terjaga.
Baca juga: Pengamat Nilai Politisasi Bansos di Pemilu 2024 Ancam Demokrasi Indonesia
Menurut Hasto, demokrasi harus dijaga berjalan secara fair, sehingga pemaksaan skenario satu putaran itu tidak perlu dilakukan. Kalau baik pasti rakyat akan tanpa dipaksa-paksa akan menilai dengan baik, dengan penuh kegembiraan.
Lihat Juga :