Kisah Kopassus Duel Bersenjatakan Sangkur Tumpas Pemberontakan Permesta
Senin, 29 Januari 2024 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Lokasi basis pertahanan Permesta ini berada di Bukit Coggaan dan Patahan, wilayah tersebut memiliki kontur yang sangat pas untuk menempatkan senjata-senjata berat di setiap lubang berbatu. Hal inilah yang akan membuat pasukan pemerintah kewalahan.
Pasukan Permesta yang kala itu dipimpin oleh Yan Timbuleng harus menghadapi satu tim RPKAD di bawah pimpinan Letnan A Kodim dan KKO yang dipersenjatai artileri dan kavaleri pada 29 Agustus 1958.
Baca juga: Deretan 43 Jenderal Angkatan Darat yang Dirotasi Panglima TNI pada Januari 2024
Sayangnya rencana penyerangan yang dilakukan pemerintah gagal karena wilayah itu memiliki medan berat. Kegagalan ini membuat RPKAD menyusun ulang rencananya.
Dalam 4 hari pasukan tersebut melakukan serangan penghancuran ke Gunung Potong. Satu peleton pasukan RPKAD di bawah pimpinan Sersan Mayor Soetarno yang dibantu satu kompi KKO dan seorang penunjuk jalan menjalankan operasi tersebut pada 2 September 1958.
Pada saat itu, Tim RPKAD melakukan perjalanan yang tidak akan disadari oleh musuh. Namun kondisi jalan tersebut tentulah lebih buruk dengan banyaknya semak belukar dan jurang berbatu. Ditambah lagi pasukan RPKAD melakukan perjalanan pada saat dini hari, di mana pencahayaan sangatlah minim.
Pasukan Permesta yang kala itu dipimpin oleh Yan Timbuleng harus menghadapi satu tim RPKAD di bawah pimpinan Letnan A Kodim dan KKO yang dipersenjatai artileri dan kavaleri pada 29 Agustus 1958.
Baca juga: Deretan 43 Jenderal Angkatan Darat yang Dirotasi Panglima TNI pada Januari 2024
Sayangnya rencana penyerangan yang dilakukan pemerintah gagal karena wilayah itu memiliki medan berat. Kegagalan ini membuat RPKAD menyusun ulang rencananya.
Dalam 4 hari pasukan tersebut melakukan serangan penghancuran ke Gunung Potong. Satu peleton pasukan RPKAD di bawah pimpinan Sersan Mayor Soetarno yang dibantu satu kompi KKO dan seorang penunjuk jalan menjalankan operasi tersebut pada 2 September 1958.
Pada saat itu, Tim RPKAD melakukan perjalanan yang tidak akan disadari oleh musuh. Namun kondisi jalan tersebut tentulah lebih buruk dengan banyaknya semak belukar dan jurang berbatu. Ditambah lagi pasukan RPKAD melakukan perjalanan pada saat dini hari, di mana pencahayaan sangatlah minim.
Lihat Juga :