alexametrics

Masyarakat Diimbau Tetap Waspada Antisipasi Aksi Teror

loading...
Masyarakat Diimbau Tetap Waspada Antisipasi Aksi Teror
Rangkaian aksi teror di Indonesia yang terjadi selama sepekan belakangan mendapat kecaman. Termasuk pengurus DPD Partai Perindo Jakarta Pusat. (Foto/Hasan Kurniawan/Koran SINDO/Dok)
A+ A-
JAKARTA - Rangkaian aksi teror di Indonesia yang terjadi selama sepekan belakangan mendapat banyak kecaman masyarakat. Termasuk pengurus DPD Partai Perindo Jakarta Pusat.

Ketua DPD Partai Perindo Jakarta Pusat, Pahala Tuan Sianturi mengatakan, pihaknya sangat mengutuk keras perbuatan teror yang dilakukan para pelaku baik di Mako Brimob Kepala Dua, teror bom di Surabaya dan Sidoarjo, hingga serangan di Mapolda Riau.

"Kepada seluruh bangsa Indonesia, kami DPD Perindo Jakarta Pusat mengutuk keras perbuatan orang-orang yang tidak beradab atas kejadian pengeboman di Surabaya. Kami juga menghimbau, agar jangan terprovokasi serta mawas diri karena kemungkinan-kemungkinan lanjutan," tegas Pahala, Sabtu (19/5/2018).

Dia berharap, kepolisian dalam hal ini Densus 88 Antiteror, agar secepatnya mengusut tuntas kejadian tersebut. Selain, itu dia juga meminta pemerintah dengan tegas memberantas terorisme di Indonesia.

"Kami pun berharap bahwa NKRI harga mati tidak ada kata menyerah atau takut terhadap penjajahan era modern dengan cara terorisme atau penindasaan dengan cara kekerasan seperti bom bunuh diri," urainya.

Pahala pun mendoakan para korban yang meninggal dunia akibat aksi terorisme di Indonesia. Dia juga, berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

"Tidak luput dari kami bahwa kami mendoakan keluarga korban agar tabah menjalanin serta imanya tetap dikuatkan. Saya percaya seluruh agama di Indonesia mengajarkan hal tentang kebaikan dan kebenaran. Cinta kasih serta tolong menolong bagi umat manusia," tutur Pahala.

Seperti diketahui, dalam sejumlah aksi terorisme, seperti di Surabaya dan Sidoarjo, pelaku yang merupakan kedua orang tua dari sebuah keluarga melibatkan anak-anaknya untuk meledakkan diri. Mereka pun menjadi korban tewas dalam akai teror oleh orang tuanya.

Sedangkan, Mapolda Riau diserang oleh sekelompok orang tak dikenal yang merupakan terduga teroris. Bukan dengan bom seperti teroris di Surabaya, aksi teror di Mapolda Riau dilakukan dengan cara menabrakan diri ke kerumunan dan menyerang dengan membabi buta.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak