Ini Strategi Ganjar Selesaikan Persoalan di Papua: Saya Mengedepankan Rembugan dan Dialog
Selasa, 23 Januari 2024 - 19:21 WIB
loading...
Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo bakal mengedepankan pendekatan kultural dan dialog dalam menyelesaikan masalah Papua. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo yang juga diusung oleh Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menyampaikan bakal mengedepankan pendekatan kultural dan dialog dengan tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat untuk menyelesaikan konflik di Papua.
Menurut Ganjar, konflik akan muncul dan memanas salah satunya dikarenakan faktor masyarakat setempat selalu merasa kurang dilibatkan dalam pengambilan keputusan, khususnya terkait pembangunan.
Hal itu diungkapkan Ganjar usai berkunjung ke Pesantren dan Rumah Kebudayaan Wongsorogo di Desa Sidorejo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal pada Selasa (23/1/2024).
Baca juga: Tokoh Papua Tegaskan Separatis KKB Bukan Perjuangan tapi Kejahatan HAM
"Banyak konflik yang terjadi karena pada saat proses pengambilan keputusannya mereka tidak dilibatkan, atau dilibatkan tapi kurang representatif. Maka intensitas pelibatan kelompok dalam suku, agama, golongan, ras yang berbeda memang butuh waktu," ujar Ganjar.
Ganjar menambahkan dalam pengalamannya menjabat Gubernur Jawa Tengah dua periode selalu turun langsung menemui masyarakat dan menggelar rembugan. Tujuannya, untuk menyerap aspirasi masyarakat sebanyak mungkin.
Baca juga: TNI-Polri Pukul Mundur dan Duduki Markas KKB Elkius Kobak di Yahukimo
Menurut Ganjar, konflik akan muncul dan memanas salah satunya dikarenakan faktor masyarakat setempat selalu merasa kurang dilibatkan dalam pengambilan keputusan, khususnya terkait pembangunan.
Hal itu diungkapkan Ganjar usai berkunjung ke Pesantren dan Rumah Kebudayaan Wongsorogo di Desa Sidorejo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal pada Selasa (23/1/2024).
Baca juga: Tokoh Papua Tegaskan Separatis KKB Bukan Perjuangan tapi Kejahatan HAM
"Banyak konflik yang terjadi karena pada saat proses pengambilan keputusannya mereka tidak dilibatkan, atau dilibatkan tapi kurang representatif. Maka intensitas pelibatan kelompok dalam suku, agama, golongan, ras yang berbeda memang butuh waktu," ujar Ganjar.
Ganjar menambahkan dalam pengalamannya menjabat Gubernur Jawa Tengah dua periode selalu turun langsung menemui masyarakat dan menggelar rembugan. Tujuannya, untuk menyerap aspirasi masyarakat sebanyak mungkin.
Baca juga: TNI-Polri Pukul Mundur dan Duduki Markas KKB Elkius Kobak di Yahukimo
Lihat Juga :