alexametrics

Dirjen PAS Akan Fokus Bangun Lapas Khusus Napi Berisiko Tinggi

loading...
Dirjen PAS Akan Fokus Bangun Lapas Khusus Napi Berisiko Tinggi
Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Sri Puguh Budi Utami memberikan sambutan usai Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut, di Kantor Ditjen PAS, Jakarta, Jumat (04/5/2018). Foto/SINDOphoto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mengangkat Sri Puguh Budi Utami sebagai Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) baru yang sebelumnya diduduki oleh Mardjoeki sebagai pelaksana tugas.

Seusai dilantik, Dirjen Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami mengatakan, dirinya akan fokus membangun lapas khusus untuk memenjarakan narapidana berisiko tinggi atau high risk.

Sri mengatakan, pembangunan Lapas high risk di Nusakambangan sudah mencapai 70 persen. Lapas itu, satu sel hanya ditempati seorang napi dengan pengawasan CCTV selama 24 jam.



"Sudah 70 persen, mudah-mudahan 2018 bisa diresmikan. Walau pun hanya satu blok," ujar Sri usai acara Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut, di Kantor Dirjen PAS, Jakarta, Jumat (4/5/2018).

(Baca juga: Utami, Dirjen Pemasyarakatan Perempuan Pertama di Indonesia)

Napi high risk merupakan napi yang berkriteria dapat mengganggu keamanan lingkungan dan mengganggu pihaknya. Seperti napi teroris dan bandar narkotika dan obat-obatan.

"Misalnya napi teroris. Kemudian, napi narkoba yang bandar. Itu ditempatkan di lapas high risk," kata Sri, menegaskan.

Sri Puguh Budi Utami hari ini dilantik Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly sebagai Dirjen PAS. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Sekretaris Dirjen PAS.

Pelantikan dihadiri oleh Pimpinan Tinggi Madya, Staf Ahli Menteri, Staf Khusus Menteri, Penasehat Menteri, Pimpinan Tinggi Pratama dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM.

Sementara itu, pendahulu Sri Puguh, Mardjoeki menitipkan pesan agar bisa menghadapi tantangan yang semakin tidak surut dalam mengurus lembaga pemasyarakatan.

Dibutuhkan cara kerja yang cepat dan akurat untuk menghadapinya. “Sebuah tantangan tugas yang membutuhkan kesungguhan semangat yang lebih dan kemauan-kemauan untuk melakukan perubahan, karena dinamika di lapangan sangat cepat,” tuturnya.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak