Antasari Menyayangkan Pernyataan Komnas HAM Soal Lapas Tangerang
Selasa, 14 September 2021 - 17:20 WIB
loading...
Blok C2 pascakebakaran di Lapas Dewasa Klas 1 Tangerang, Tangerang, Rabu (8/9/2021). ANTARA FOTO/Handout
A
A
A
JAKARTA - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar menyayangkan pernyataan Komnas HAM tentang kondisi Lapas Kelas 1 Tangerang. Menurutnya, kondisi Lapas Tangerang masih terbilang bagus.
"Pernyataan Komnas HAM bahwa kehidupan di Lapas Kelas 1 Tangerang tidak manusiawi saya rasa kurang tepat dan terlalu dini. Apakah mereka pernah tinggal di Lapas Tangerang seperti saya. Mereka kan tidak pernah tinggal dan hidup di lapas seperti saya," kata Antasari kepada wartawan, Selasa (14/9/2021). Baca juga: Komnas HAM: Tiap Blok Lapas Tangerang Hanya Punya 1 Pintu, Persulit Evakuasi
Dia menuturkan secara pribadi bahwa kondisi Lapas Kelas 1 Tangerang merupakan lapas yang cukup manusiawi dibandingkan lapas-lapas lain karena ada pembagian blok-blok. Menurutnya, jika tidak ada pembagian blok, pasti jika terjadi kebakaran korbannya lebih banyak.
“Kebakaran adalah musibah dan dapat menimpa siapa saja. Kapal laut yang dikelilingi air saja bisa terbakar," tuturnya.
Antasari menilai persoalan minimnya jumlah sipir yang seharusnya disorot. "Saya sebelumnya pernah katakan jumlah rasio sipir yang tidak sebanding dengan jumlah napi, sehingga pengawasan juga tidak maksimal," ujarnya.
"Pernyataan Komnas HAM bahwa kehidupan di Lapas Kelas 1 Tangerang tidak manusiawi saya rasa kurang tepat dan terlalu dini. Apakah mereka pernah tinggal di Lapas Tangerang seperti saya. Mereka kan tidak pernah tinggal dan hidup di lapas seperti saya," kata Antasari kepada wartawan, Selasa (14/9/2021). Baca juga: Komnas HAM: Tiap Blok Lapas Tangerang Hanya Punya 1 Pintu, Persulit Evakuasi
Dia menuturkan secara pribadi bahwa kondisi Lapas Kelas 1 Tangerang merupakan lapas yang cukup manusiawi dibandingkan lapas-lapas lain karena ada pembagian blok-blok. Menurutnya, jika tidak ada pembagian blok, pasti jika terjadi kebakaran korbannya lebih banyak.
“Kebakaran adalah musibah dan dapat menimpa siapa saja. Kapal laut yang dikelilingi air saja bisa terbakar," tuturnya.
Antasari menilai persoalan minimnya jumlah sipir yang seharusnya disorot. "Saya sebelumnya pernah katakan jumlah rasio sipir yang tidak sebanding dengan jumlah napi, sehingga pengawasan juga tidak maksimal," ujarnya.
Lihat Juga :