alexametrics

Galang Koalisi di Pilpres 2019, Elite Parpol Mulai Saling Incar

loading...
Galang Koalisi di Pilpres 2019, Elite Parpol Mulai Saling Incar
Sejumlah elit politik saling bermanuver untuk memuluskan jalan pada Pilpres 2019. FOTO/DOK.SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Jelang pendaftaran calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang hanya menyisakan waktu 3,5 bulan lagi, sejumlah elite partai politik (parpol) pun mulai bermanuver. Salah satunya saling incar untuk berkoalisi.

Sejumlah pertemuan elite parpol pun digelar. Seperti Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto yang mengutus Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra sekaligus Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno untuk menemui Ketua Umum DPP PPP M Rommahurmuziy (Romi). Ada lagi Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga mengutus Wakil Ketua Umum DPP Demokrat Syarief Hasan untuk membuka jalur komunikasi dengan Presiden PKS Sohibul Iman dan kedua pimpinan tertinggi partai tersebut dijadwalkan akan bertemu pada akhir April.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengutus Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman sekaligus politikus Partai Golkar Luhut Binsar Pandjaitan untuk bertemu Prabowo. Serta mengutus Menko, Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) sekaligus politikus Partai Hanura Wiranto untuk bertemu SBY.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PPP Arsul Sani mengatakan, pertemuan antara Ketua Umum PPP Romi dan Sandiaga yang juga merupakan Ketua Tim Sukses Gerindra untuk Pilpres 2019 pada Kamis (19/4/2018) malam bukan kali pertamanya. Elite PPP dan Sandi sudah sering bertemu sebelumnya guna membahas dukungan PPP terhadap Anies-Sandi di Pemprov DKI.

Namun khusus pada Kamis malam, Arsul mengakui ada pembahasan terkait pilpres. "Tapi memang harus kami akui pertemuan tadi (kemarin) malam ada pembicaraan terkait dengan pemilu khususnya Pilpres 2019. Pembicaraannya apa? tidak bisa semua disampaikan kepada publik," ungkap Arsul di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Menurut Arsul, berdasarkan pertemuan tersebut, semua opsi terkait koalisi Prabowo maupun Jokowi masih terbuka bagi PPP. Seperti misalnya, terjadi kontestasi kembali antara Prabowo dan Jokowi secara langsung, kontestasi antara Jokowi dan tokoh dari sipil atau militer yang ditunjuk Prabowo di Pilpres 2019, dan kemungkinan Jokowi dan Prabowo berpasangan sebagai capres-cawapres.

"Itu yang memang dibicarakan dan menunjukkan bahwa opsi Prabowo sebagai cawapres Jokowi bukan opsi yang terkubur sama sekali, meskipun sebagian teman-teman Gerindra secara tegas membantah kemungkinan adanya opsi ini," ujarnya.

Bahkan, lanjut Arsul, Sandi juga menyampaikan bahwa ada kemungkinan Prabowo menunjuk orang lain di pilpres tapi tidak dibahas namanya. Dan dari pertemuan tersebut ada harapan bahwa pesan-pesan dari pertemuan itu bisa disampaikan kepada Jokowi. "Jadi yang jelas, opsinya itu terbuka, tidak ada yang tertutup baik opsi 1, 2, 3. Kalau opsi itu (PPP dilamar Gerindra), opsi becandaan saja. Artinya opsi sambil ketawa," paparnya.

Arsul mengakui, saat ini banyak elite parpol yang menawarkan PPP untuk bergabung di koalisi, bukan hanya Gerindra saja, tapi ada parpol lain juga yang coba mendekati. "Ada pihak-pihak lain yang mencoba membangun komunikasi termasuk untuk menghidupkan poros ketiga," ujarnya.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Syarief Hasan mengakui bahwa pertemuan antara SBY dan Sohibul dijadwalkan pekan ini tapi ditunda karena SBY sedang ada di Banten. Pertemuan diperkirakan dijadwalkan setelah 25 April. Adapun yang dibahas terkait maslaah politik nasional. "Ya tentunya pertama menyangkut masalah politik nasional. Yang kedua, tentang bagaimana ke depan," kata Syarief.

Menurut dia, meski tidak dalam koalisi atau pun bersama-sama dalam koalisi, komunikasi harus tetap berlangsung. Demokrat juga masih berkomunikasi terus dengan partai pemerintah. Jadi, ungkapnya, pertemuan antara ketua umum partai itu sesuatu hal yang biasa saja terlepas apakah berkoalisi atau tidak. "Kita kan sangat membuka diri untuk berkomunikasi dan setahu saya juga PKS belum secara resmi menyatakan koalisi dengan Gerindra. Jadi semuanya masih cair," tandasnya.

Sementara itu, Presiden PKS Moh Sohibul Iman mengakui bahwa awalnya Syarief Hasan meminta untuk bertemu pada Selasa (17/4/2018). Dan tindak lanjut atas pertemuan itu adalah pertemuan lanjutan dengan SBY. Namun pihaknya belum dikabari mengenai kapan pertemuan itu akan dilakukan dan kemungkinan akan berlangsung setelah SBY selesai melakukan safari di Banten. "Kalau dari pembicaraan dengan Pak Syarief sih katanya Pak SBY ingin diskusi terkait kemungkinan munculnya poros ketiga," kata Sohibul.

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menanggapi rencana pertemuan SBY dengan Sohibul. Menurut dia, dalam politik masing-masing parpol punya fatsun dan tentu antarparpol saling menghormati saling menghargai. Dan Gerindra, ujarnya, tentu tidak bisa mengatur atau mengintervensi partai lain.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak