Usai Debat Pilpres 2024, Elektabilitas Ganjar-Mahfud Berpotensi Rebound
Minggu, 14 Januari 2024 - 10:08 WIB
loading...
Pasangan capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD dinilai mendapat keuntungan pascadebat ketiga Pilpres 2024. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo- Mahfud MD dinilai mendapat keuntungan pascadebat ketiga Pilpres 2024. Dalam debat itu, capres Anies Baswedan dan Prabowo Subianto berbantahan secara tajam.
Pandangan ini disampaikan pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam. "Jika dua kutub itu terus bertabrakan tiada henti justru pasangan Ganjar-Mahfud yang akan diuntungkan," katanya, Minggu (14/1/2024).
Menurut Surokim, elektabilitas itu selalu dinamis. Semakin banyak sentimen positif yang didapat, maka dapat memberikan insentif elektoral. Karena itu sangat penting untuk memahami pikiran, logika dan opini publik agar bisa me-maintenance elektabilitas.
Baca juga: Tanggapi Soal Elektabilitas, Ganjar Pranowo: Survei Saya Naik Tuh!
"Masyarakat Indonesia yang high context culture sebenarnya tidak menyukai hal yang ekstrem dan lebih senang hal yang moderat," ujarnya.
Dia menegaskan kerumitan situasi saat ini yang memengaruhi elektabilitas capres-cawapres. "Tapi harus diakui situasi memang kompleks dan cenderung rumit karena banyaknya faktor yang memengaruhi elektabilitas saat ini ada faktor makro dan mikro yang berkelindan bersangkutan dan kadang saling interplay," katanya.
Baca juga: Nyawa Jenderal Kopassus Ini Bakal Melayang Jika 1 Menit Terlambat Pindah Tempat saat Operasi Timtim
Pandangan ini disampaikan pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam. "Jika dua kutub itu terus bertabrakan tiada henti justru pasangan Ganjar-Mahfud yang akan diuntungkan," katanya, Minggu (14/1/2024).
Menurut Surokim, elektabilitas itu selalu dinamis. Semakin banyak sentimen positif yang didapat, maka dapat memberikan insentif elektoral. Karena itu sangat penting untuk memahami pikiran, logika dan opini publik agar bisa me-maintenance elektabilitas.
Baca juga: Tanggapi Soal Elektabilitas, Ganjar Pranowo: Survei Saya Naik Tuh!
"Masyarakat Indonesia yang high context culture sebenarnya tidak menyukai hal yang ekstrem dan lebih senang hal yang moderat," ujarnya.
Dia menegaskan kerumitan situasi saat ini yang memengaruhi elektabilitas capres-cawapres. "Tapi harus diakui situasi memang kompleks dan cenderung rumit karena banyaknya faktor yang memengaruhi elektabilitas saat ini ada faktor makro dan mikro yang berkelindan bersangkutan dan kadang saling interplay," katanya.
Baca juga: Nyawa Jenderal Kopassus Ini Bakal Melayang Jika 1 Menit Terlambat Pindah Tempat saat Operasi Timtim
Lihat Juga :