IPW Minta Polri Halau 500 TKA Asal China Masuk Sultra

Kamis, 30 April 2020 - 18:41 WIB
loading...
IPW Minta Polri Halau...
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) menantang keberanian Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menghalau kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Sulawesi Tenggara di tengah kebijakan pelarangan mudik untuk memutus rantai penyebaran Corona (Covid-19).

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane mengatakan Presiden Jokowi melarang masyarakat Indonesia untuk mudik dan bahkan menyuruh para pemudik putar arah ke tempat asal keberangkatannya.

Namun di lain sisi, ada rencana sebanyak 500 TKA China mendatangi Sulawesi Tenggara.

"IPW akan melihat apakah Polri berani menghalau TKA China itu, seperti Polri menghalau bangsanya yang hendak mudik?" kata Neta dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/4/2020).

Menurut Neta, jika Polri tidak berani menghalau, rakyat Sultra harus melakukan pagar betis untuk menghalau para TKA China. "Rakyat Sultra perlu mencontoh cara polisi menghalau pemudik di jalan tol," katanya. (Baca juga: Ketua MPR Minta Pemerintah Tunda Kedatangan 500 TKA China )

Neta menjelaskan sikap ngawur pemerintah bisa menimbulkan masalah baru. "Selain itu, DPR perlu memanggil Menaker untuk mencari tahu siapa yang menjadi biang kerok atas rencana kedatangan 500 TKA China itu," lanjut Neta.

Dari situ, menurut Neta, DPR harus meminta Menaker membatalkan kedatangan 500 TKA China ke Sultra agar tidak menimbulkan konflik baru ditengah masyarakat selama wabah Virus Corona ini.

"Sikap ngawur pemerintah ini sangat memprihatinkan," ujarnya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kereta Cepat Jakarta-Bandung...
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Penanda Era Baru Kerja Sama Indonesia-China
10 Tahun Kerja Sama...
10 Tahun Kerja Sama Ekonomi RI-China dalam Konteks Belt and Road Initiative
RRC-Rusia dan Geopolitik...
RRC-Rusia dan Geopolitik Energi
Dikunjungi PKC, Airlangga:...
Dikunjungi PKC, Airlangga: China Berkomitmen untuk Terus Investasi di Indonesia
Tak Puas Keterangan...
Tak Puas Keterangan Menaker soal TKA China, Komisi IX DPR Bakal ke Konawe
PKS Sesalkan Pemerintah...
PKS Sesalkan Pemerintah Tak Patuhi Rekomendasi DPR Soal TKA China
Qavah Group Fasilitasi...
Qavah Group Fasilitasi Ekspansi Investor China ke Pasar Indonesia
Arus Deras Investasi...
Arus Deras Investasi China, KEK Batang Digadang-gadang Jadi Primadona Industri Nasional
Buka Peluang Kerja Sama...
Buka Peluang Kerja Sama Investasi, Formas Menjaring Ribuan Investor China
Rekomendasi
Qatar Tersingkir dari...
Qatar Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Bosnia-Herzegovina Jaga Kans Lolos ke 32 Besar
Demam Piala Dunia, Patung...
Demam Piala Dunia, Patung Ikonik Yesus Sang Penebus di Brasil Diselimuti Jersey Samba
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Berita Terkini
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Perjuangkan Hak Daerah,...
Perjuangkan Hak Daerah, Komisi XI DPR Upayakan TKD Tak Berkurang
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat
Cerita Roy Suryo Tidak...
Cerita Roy Suryo Tidak Ditahan Kejaksaan: Tak Ada Larangan Tampil di Podcast
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved