Siti Atikoh Dikagumi Warga Lampung Tengah: Rendah Hati, Ramah, dan Merakyat
Rabu, 10 Januari 2024 - 23:20 WIB
loading...
A
A
A
Usai menyapa warga, Atikoh menikmati Pagelaran Budaya dan Pemeran UMKM. Ibu dari Muhammad Zinedine Alam Ganjar itu disuguhi tarian Sigeuh Penguten khas Lampung dan seni reog.
Kemudian, Atikoh juga diajak flashmob sambil memainkan angklung. Lagu berjudul Rungkad diputar untuk mengiringi. Suasana pun makin meriah saat Atikoh ikut berjoget.
Atikoh mengatakan, angklung merupakan alat musik yang berfilosofi tinggi, karena baru berirama saat dimainkan bersama. Angklung mengajarkan rakyat arti kebersamaan dengan mengedepankan toleransi, agar tercipta kesempurnaan.
"Jadi kalau kita lihat filosofi angklung sendiri luar biasa sekali. Bagaimana kita, kalau bunyinya cuma satu not itu nggak akan muncul keindahan, tetapi dengan imperfection itu bisa menciptakan perfection dengan kita bersatu menjadi satu, bisa memahami perbedaan, toleransi, itulah kebinekaan," kata Atikoh.
Wanita yang pernah menggeluti dunia jurnalistik ini merasa bersyukur ribuan orang pada hari itu kompak memainkan angklung bersama-sama di Lapangan Merdeka Kota Gajah, sehingga tercipta harmoni. "Ini juga luar biasa, tadi kami juga main angklung sama-sama, hampir seribu orang yang mana mayoritas baru pertama kali main angklung, tetapi ternyata tercipta harmoni," tandasnya.
Kemudian, Atikoh juga diajak flashmob sambil memainkan angklung. Lagu berjudul Rungkad diputar untuk mengiringi. Suasana pun makin meriah saat Atikoh ikut berjoget.
Atikoh mengatakan, angklung merupakan alat musik yang berfilosofi tinggi, karena baru berirama saat dimainkan bersama. Angklung mengajarkan rakyat arti kebersamaan dengan mengedepankan toleransi, agar tercipta kesempurnaan.
"Jadi kalau kita lihat filosofi angklung sendiri luar biasa sekali. Bagaimana kita, kalau bunyinya cuma satu not itu nggak akan muncul keindahan, tetapi dengan imperfection itu bisa menciptakan perfection dengan kita bersatu menjadi satu, bisa memahami perbedaan, toleransi, itulah kebinekaan," kata Atikoh.
Wanita yang pernah menggeluti dunia jurnalistik ini merasa bersyukur ribuan orang pada hari itu kompak memainkan angklung bersama-sama di Lapangan Merdeka Kota Gajah, sehingga tercipta harmoni. "Ini juga luar biasa, tadi kami juga main angklung sama-sama, hampir seribu orang yang mana mayoritas baru pertama kali main angklung, tetapi ternyata tercipta harmoni," tandasnya.
(rca)
Lihat Juga :