Bawaslu Telusuri Masalah Surat Suara Simulasi Pilpres Cuma 2 Kolom Paslon

Kamis, 04 Januari 2024 - 14:33 WIB
loading...
Bawaslu Telusuri Masalah...
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah menerima informasi dari jajarannya di daerah mengenai contoh surat suara untuk simulasi pilpres yang cuma berisi dua kolom pasangan calon (paslon) di beberapa wilayah. Foto/Dok MPI
A A A
JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ) telah menerima informasi dari jajarannya di daerah mengenai contoh surat suara untuk simulasi pilpres yang cuma berisi dua kolom pasangan calon (paslon) di beberapa wilayah. Bawaslu sedang menelusurinya.

“Kami sudah terima info ini dari teman-teman provinsi, kami sedang telusuri, dan hal ini bisa berpotensi membuat permasalahan etis dan administratif,” kata Ketua Bawaslu Rahmat Bagja saat dihubungi, Kamis (4/1/2024).

Kesalahan administratif yang dimaksud karena KPU beralasan terjadinya human error alias kesalahan manusia dalam permasalahan contoh surat suara untuk simulasi pilpres tersebut. "Mengingat KPU beralasan ini karena human error. Kan ada proses cek sebelum keluar," ungkap Bagja.

Baca juga: KPU Ngaku Tak Pernah Produksi Surat Suara Simulasi Pilpres Cuma 2 Kolom Paslon



Seharusnya, kata Bagja, contoh surat suara pilpres itu sesuai dengan jumlah paslon yang telah terdaftar, bukan malah dikurang-kurangi. "(Harusnya) sesuai dengan jumlah peserta pemilu," pungkas Bagja.

Diberitakan sebelumnya, contoh surat suara untuk simulasi pilpres di wilayah Banten dan Solo tengah menjadi sorotan karena hanya berisi dua kolom pasangan calon (paslon). Sedangkan pada Pilpres 2024 terdapat tiga pasangan capres-cawapres.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Idham Kholik pun angkat bicara. Ia menegaskan, pihaknya tidak pernah memproduksi contoh surat suara dengan dua paslon.

"KPU RI tidak menerbitkan atau tidak memproduksi contoh surat suara tersebut," kata Idham kepada tim iNews, Rabu (3/1/2024).

Idham mengakui, KPU pusat memerintahkan KPU daerah untuk melakukan simulasi pemungutan suara. Namun pihaknya telah meminta agar contoh surat suara yang digunakan harus sesuai dengan jumlah paslon yang ikut serta dalam kontestasi politik tahun ini.

"Kami sudah ingatkan dan kami warning pada KPU di daerah agar tidak menggunakan contoh surat suara, untuk kepentingan simulasi pemungutan suara itu dengan menggunakan surat suara yang jumlah kepesertaannya kurang dari minimal jumlah kepesertaan yang aktual," ucapnya.

Menurutnya, kesalahan penggunaan contoh surat suara di Banten dan Solo adalah murni human error, bukan atas dasar kesengajaan. Untuk itu, KPU RI pun telah menegur KPU daerah dan meminta agar simulasi dilakukan kembali, dengan menggunakan contoh surat suara berisi tiga paslon.

"Dan kami minta tidak diulangi kembali. Jadi kami sudah tegaskan ini. Dan pada kesempatan ini juga kami sampaikan bahwa ini murni human error dan kami akan segera memperbaikinya," katanya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
MK: Parpol Melanggar...
MK: Parpol Melanggar Kuota 30 Persen Keterwakilan Perempuan Bakal Didiskualifikasi
PKB: Jangan Justru saat...
PKB: Jangan Justru saat Terjadi Politik Uang, Bawaslunya Malah Hilang
Bawaslu Usul Blacklist...
Bawaslu Usul Blacklist Pelaku Money Politics dalam Pemilu, Golkar: Bisa Jadi Alternatif Penegakan Hukum
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Upaya Minimalkan Politik...
Upaya Minimalkan Politik Uang, Bawaslu Kaji Sistem Transaksi Nontunai
DPD Perindo Jaktim Optimistis...
DPD Perindo Jaktim Optimistis Lolos Verifikasi 2027, Matangkan Struktur lewat Rakorda
Rekomendasi
Film Tanah Runtuh Karya...
Film Tanah Runtuh Karya Denny Siregar Soroti Konflik Poso dan Ikatan Keluarga
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bakal Geruduk DPR, Bawa Tiga Tuntutan Rakyat
Berita Terkini
Usai Ditangkap, Roy...
Usai Ditangkap, Roy Suryo dan Dokter Tifa Bakal Dibawa ke RS Polri
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Silmy Karim, Bukti-bukti Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi Didalami
Sikapi Putusan PN Jakpus,...
Sikapi Putusan PN Jakpus, Kuasa Hukum PPP Maluku Akan Tempuh Kasasi
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Protes Penangkapan Roy...
Protes Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Ahmad Khozinudin Bandingkan Silfester Matutina yang Tak Kunjung Dieksekusi
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Infografis
2 Raksasa Perusahaan...
2 Raksasa Perusahaan Rokok Setop Beli Tembakau Temanggung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved