Debat Cawapres Perdana: Gibran Kombinasikan Gaya Jokowi dan Prabowo

Kamis, 28 Desember 2023 - 05:50 WIB
loading...
A A A
Saya yakin, kalau Muhaimin dan Mahfud mau, mereka pun bisa mengeluarkan pertanyaan jebakan. Tapi rasanya tidak akan dilakukan karena marwah Debat Pilpres perlu dijaga. Ke depan, moderator perlu diberi kewenangan lebih supaya bisa meminta penanya agar menjelaskan singkatannya atau memperjelas pertanyaannya (apabila tidak jelas). Apalagi ketika waktu si penanya masih banyak tersisa (sehingga mestinya tidak sampai merugikan waktu kandidat yang ditanya). Mungkin diperlukan juga moderator yang berlatar belakang pakar sesuai tema debat, sehingga bisa langsung menganulir pertanyaan jika dianggap melenceng.

Dalam closing statement, Gibran menyampaikannya tanpa membaca. Namun setengah waktunya dipergunakan untuk mengucapkan terima kasih dan menyalami Prabowo Subianto serta kedua kandidat lainnya. Gibran terkesan ingin menyampaikan 2 hal : Pertama, mengirimkan pesan bahwa ia tidak kalah dengan Ketua Umum Partai dan Profesor (yang disampaikannya lewat pujian). Kedua, Gibran berusaha menghapus kesan arogan yang timbul dalam debat dan kesan memposisikan diri lebih pintar dari kandidat lain (kesan meremehkan terasa dominan ketika Gibran bicara, antara lain ketika mengatakan kandidat lain kurang paham). Sikap ofensif saat menanggapi maupun ketika menjawab pertanyaan, juga menimbulkan kesan adanya semangat untuk menjatuhkan lawan. Untuk mengubah image negatif, Gibran perlu low profile dan bersikap santun, serta menunjukkan kedewasaan dengan tidak memprovokasi penonton setiap debat.

Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD yang merupakan politisi senior justru bersikap santun dan low profile baik dalam bertanya, menjawab, maupun menanggapi. Sehingga ketika closing statement, mereka memanfaatkan durasi secara maksimal (tanpa merasa perlu mengalokasikan waktu untuk membangun pencitraan tertentu). Karena ini bukan kontes hafalan, jadi sah-sah saja kalau keduanya membaca. Toh memang diizinkan oleh KPU. Muhaimin menyebut slepetnomics untuk memberantas ketidakadilan dan pemerataan ekonomi. Ia 3 kali menyebut: pembangunan dilaksanakan pakai hati pakai otak. Mahfud MD tuntas membacakan 21 program unggulan Ganjar-Mahfud.

Dalam Debat Cawapres kali ini, Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD terlihat agak menahan diri. Keduanya terkesan sungkan pada anak Presiden (atau mungkin kaget, karena Gibran agresif menyerang sejak awal sesi kedua). Muhaimin kehilangan 'slepetnya' alias sentilan yang disampaikan dengan jenaka seperti pidatonya saat pengundian nomor urut di KPU (yang mestinya bisa dikeluarkan sesekali). Kelugasan Mahfud MD pun belum sepenuhnya tampak.

Orang banyak menyamakan gaya Gibran dengan Jokowi. Menurut saya, persamaan Gibran dengan Prabowo, juga tak kalah banyak. Persamaan dengan Jokowi adalah ketika Gibran melontarkan pertanyaan jebakan ala cerdas cermat (seperti TPID di Pilpres 2014 dan Unicorn di Pilpres 2019) serta dari intonasi dan gaya bicaranya. Ketika mendengar intonasi suaranya, Saya bertanya-tanya, apakah memang seperti itu gaya bicara Gibran di forum resmi, atau apakah ia sedang impersonate ayahnya? Sedangkan persamaan Gibran dengan Prabowo adalah: sikap terhadap lawan debat, dan seolah fokus ke orang tertentu. Prabowo terkesan lebih fokus menyerang Anies Baswedan dan bersikap underestimate lewat intonasi sapaan: Mas Anies..Mas Anies.. Gibran pun terkesan lebih fokus ke Muhaimin, bahkan menjuluki ‘aneh’ (yang masuk kategori bullying dan meremehkan). Keduanya juga membawa ke personal, seperti ketika Gibran mempertanyakan inkonsistensi soal IKN ke Muhaimin, dan Prabowo ke Anies soal oposisi. Gibran dan Prabowo juga sama-sama menuding pertanyaan kandidat lain tendensius. Gibran ke Muhaimin soal proyek di Solo, sedangkan Prabowo ke Ganjar ketika ditanya soal Pengadilan HAM. Di luar itu, kesan kurang menghargai lawan debat juga ditunjukkan Gibran ke Mahfud, dengan mengatakan : “jangan mengambang ke mana-mana” ketika Mahfud menjawab pertanyaan soal CCS. Bandingkan dengan kesantunan Ganjar Pranowo ketika Prabowo dianggap belum menjawab pertanyaan soal pelanggaran HAM berat.

Kalau saya termasuk undecided voters yang hampir 29% itu, maka Gibran akan kehilangan suara akibat kesan arogan anak Presiden yang ditampilkannya dan sikap underestimate terhadap kandidat lain. Menunjukkan kesetaraan dengan kandidat lain yang lebih berpengalaman, bukanlah dengan berusaha ‘menerkam’ alias menjatuhkan. Dari analisis Drone Emprit di platform X, dalam debat kali ini: Gibran mendapat sentimen positif tertinggi yakni 70% dan sentimen negatif 23% (di bawah Muhaimin yang mendapat sentimen negatif tertinggi : 41%). Mahfud MD mendapat sentiment positif 69%, dengan sentimen negatif terendah yakni 16%. Sedangkan Muhaimin mendapat sentimen positif terendah, yakni 48%.

Harus diakui dalam Debat Cawapres kali ini, Gibran telah mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR)-nya dengan baik dan tampil percaya diri. Gibran unggul dari sisi show, karena sebelumnya ia dipandang sebelah mata. Sehingga ada unsur kejutannya. Apakah skornya tinggi? Belum tentu. Sikapnya yang terkesan ingin menjatuhkan lawan itulah yang mengurangi skor. Juga karena pertanyaannya bersifat menjebak. Gibran punya kesempatan bertanya satu kali ke masing-masing kandidat, tapi yang disiapkan hanya pertanyaan jebakan. Dari sisi etika dan penerapan aturan main debat, Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar lebih unggul. Hanya saja, mereka berdua belum dalam penampilan terbaiknya. Dari aspek show (pertunjukan), jika debat ini diibaratkan pertandingan sepak bola, Gibran bermain tidak cantik dan kalah dalam ball possession. Tapi ia unggul skor mencetak gol, lewat serangan balik akibat kelengahan lawan.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bambang Pacul PDIP Kritik...
Bambang Pacul PDIP Kritik Pemerintah Utus Ketua MPR Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Momen Prabowo Sambut...
Momen Prabowo Sambut PM Narendra Modi di Istana Merdeka
Penyebaran Budaya LGBT...
Penyebaran Budaya LGBT Ancaman Negara Nonmiliter, Ada di Perpres yang Diteken Prabowo
Fenomena Korupsi di...
Fenomena Korupsi di Era Pemerintahan Prabowo Subianto
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Prabowo: Kita Butuh...
Prabowo: Kita Butuh Kritik untuk Perbaiki Diri
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Rekomendasi
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
Berita Terkini
Franka Franklin Bicara...
Franka Franklin Bicara tentang Integritas Nadiem
Ini 12 Lokasi Digeledah...
Ini 12 Lokasi Digeledah Polisi Terkait Kasus Korupsi Batu Bara hingga Asabri
Ketua MPR Ungkap Ada...
Ketua MPR Ungkap Ada Ulama Ikut ke Iran: Saya Belum Tahu Namanya
AHY Siap Safari Politik:...
AHY Siap Safari Politik: Demokrat Ingin Bersahabat dengan Semuanya
Gandeng BPJPH, Partai...
Gandeng BPJPH, Partai Perindo Dorong UMKM Binaan Naik Kelas melalui Sertifikasi Halal
Polisi Sita Uang Hampir...
Polisi Sita Uang Hampir Rp60 M dari Kafe di Cipete
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved