Pemerintah Diminta Lakukan Inovasi Bantuan Pangan
Jum'at, 22 Desember 2023 - 11:50 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi ini bukan uang habis pakai, uang hilang. Dibeli dengan harga yang baik kemudian disimpan menjadi CPP atau Cadangan Pangan Pemerintah,” ungkapnya.
“Jadi teman-teman petani hari ini sangat happy setiap ke sawah dengan Pak Presiden membeli di atas Rp7.000 harganya gabah kering siap panen, sehingga bisa dilihat NTP (Nilai Tukar Pertanian) tinggi di atas 113 persen. Dulu 95,28%, sekarang 113-114%,” sambungnya.
Lebih jauh, Arief menambahkan program bantuan pangan ini bertujuan untuk pengentasan kemiskinan, penurunan stunting hingga gizi buruk. Bapanas sendiri telah memetakan 74 kabupaten/kota se Indonesia untuk menyasar ke masyarakat rentan tersebut by name by address.
Baca juga: Impor 2 Juta Ton Beras di 2024, Bulog Dapat Tugas Perkuat Cadangan dan Cover Bansos Pangan
“Ini bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat kelas bawah atau desil satu yang merupakan keluarga dengan tingkat kesejahteraan rendah,” pungkasnya.
“Jadi teman-teman petani hari ini sangat happy setiap ke sawah dengan Pak Presiden membeli di atas Rp7.000 harganya gabah kering siap panen, sehingga bisa dilihat NTP (Nilai Tukar Pertanian) tinggi di atas 113 persen. Dulu 95,28%, sekarang 113-114%,” sambungnya.
Lebih jauh, Arief menambahkan program bantuan pangan ini bertujuan untuk pengentasan kemiskinan, penurunan stunting hingga gizi buruk. Bapanas sendiri telah memetakan 74 kabupaten/kota se Indonesia untuk menyasar ke masyarakat rentan tersebut by name by address.
Baca juga: Impor 2 Juta Ton Beras di 2024, Bulog Dapat Tugas Perkuat Cadangan dan Cover Bansos Pangan
“Ini bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat kelas bawah atau desil satu yang merupakan keluarga dengan tingkat kesejahteraan rendah,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :