Industri Asuransi Bertahan di Tengah Dinamika Investasi yang Fluktuatif
Senin, 10 Agustus 2020 - 01:02 WIB
loading...
A
A
A
Memang saat ini masih banyak nasabah asuransi yang belum memahami betul produk PAYDI. "Ada banyak alasan konsumen tidak paham secara detail soal produk (PAYDI). Bisa karena nasabah tidak memiliki informasi yang cukup atau mereka memang tidak paham," kata Ihsanuddin.
Seperti layaknya membeli produk di pasar atau supermarket, konsumen tentu akan memerhatikan produk yang dibelinya. Semestinya hal yang sama dilakukan ketika membeli produk dari institusi keuangan baik berupa tabungan, asuransi maupun investasi. Jika pemegang polis tidak mengerti secara detail isi dari produk PAYDI, wajar saja kecewa kalau suatu saat ingin mencairkan polis produk PAYDI yang dibelinya.
Sebenarnya penurunan nilai saldo investasi adalah konsekuensi wajar pada produk PAYDI. Hal ini juga terjadi di sebagian besar perusahaan asuransi. Hal itu karena kinerja portofolio investasi yang menjadi underlying sedang turun. Penurunan serupa termasuk juga terjadi pada kinerja investasi yang dilakukan oleh Dana Pensiun dan Pengelola Reksadana. (Baca juga: Ketua Satgas Covid-19: Ibu-ibu hingga Siswa SD Bisa Digerakkan Sampaikan Protokol Kesehatan)
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu menuturkan produk PAYDI seperti unit link menjadi salah satu alternatif produk asuransi yang menarik bagi masyarakat. Selain memberikan perlindungan terhadap risiko jiwa, produk PAYDI juga memiliki tambahan manfaat investasi.
Namun, calon nasabah juga perlu memahami bahwa investasi yang menawarkan imbal hasil juga memiliki risiko yang disebabkan oleh likuiditas portofolio investasi. "Ini terutama terkait dengan ekonomi makro, termasuk kondisi pasar modal," kata Togar.
Seperti layaknya membeli produk di pasar atau supermarket, konsumen tentu akan memerhatikan produk yang dibelinya. Semestinya hal yang sama dilakukan ketika membeli produk dari institusi keuangan baik berupa tabungan, asuransi maupun investasi. Jika pemegang polis tidak mengerti secara detail isi dari produk PAYDI, wajar saja kecewa kalau suatu saat ingin mencairkan polis produk PAYDI yang dibelinya.
Sebenarnya penurunan nilai saldo investasi adalah konsekuensi wajar pada produk PAYDI. Hal ini juga terjadi di sebagian besar perusahaan asuransi. Hal itu karena kinerja portofolio investasi yang menjadi underlying sedang turun. Penurunan serupa termasuk juga terjadi pada kinerja investasi yang dilakukan oleh Dana Pensiun dan Pengelola Reksadana. (Baca juga: Ketua Satgas Covid-19: Ibu-ibu hingga Siswa SD Bisa Digerakkan Sampaikan Protokol Kesehatan)
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu menuturkan produk PAYDI seperti unit link menjadi salah satu alternatif produk asuransi yang menarik bagi masyarakat. Selain memberikan perlindungan terhadap risiko jiwa, produk PAYDI juga memiliki tambahan manfaat investasi.
Namun, calon nasabah juga perlu memahami bahwa investasi yang menawarkan imbal hasil juga memiliki risiko yang disebabkan oleh likuiditas portofolio investasi. "Ini terutama terkait dengan ekonomi makro, termasuk kondisi pasar modal," kata Togar.
(jon)
Lihat Juga :