Siti Atikoh Ganjar Bakar Semangat Belasan Ribu Perempuan Kota Solo
Senin, 18 Desember 2023 - 01:05 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Atikoh menceritakan dirinya pernah bekerja sebagai wartawan di Solopos pada 1997. Menjadi wartawan, menurut dia, memberikan pengalaman yang luar biasa karena mengetahui dan melihat langsung segala aspek kehidupan.
Isu perempuan selalu menarik perhatiannya. "Saya setiap hari keluar masuk pasar-pasar di situ saya berdialog dengan para pedagang terutama pedagang perempuan, bagaimana mereka bisa survive," kata Atikoh.
Atikoh menganggap kondisi pedagang perempuan pada zaman dulu masih relevan untuk dibahas saat ini. Dia menolak dengan tegas bahwa perempuan memiliki fungsi 3M, macak (merias), masak (memasak), manak (melahirkan).
"Enggak, tidak! Karena tahun 1998 sudah begitu perjuangannya. Kita harus banyak sekali dilakukan, salah satunya ibu di rumah menjadi madrasah anak pertama, di lingkungan pasti di sini banyak yang aktif di posyandu," pungkasnya.
Isu perempuan selalu menarik perhatiannya. "Saya setiap hari keluar masuk pasar-pasar di situ saya berdialog dengan para pedagang terutama pedagang perempuan, bagaimana mereka bisa survive," kata Atikoh.
Atikoh menganggap kondisi pedagang perempuan pada zaman dulu masih relevan untuk dibahas saat ini. Dia menolak dengan tegas bahwa perempuan memiliki fungsi 3M, macak (merias), masak (memasak), manak (melahirkan).
"Enggak, tidak! Karena tahun 1998 sudah begitu perjuangannya. Kita harus banyak sekali dilakukan, salah satunya ibu di rumah menjadi madrasah anak pertama, di lingkungan pasti di sini banyak yang aktif di posyandu," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :