Sarankan KPU Tambah Sesi Debat, Hasto: 5 Menit Capres-Cawapres Saling Sanggah Bahas 1 Isu

Rabu, 13 Desember 2023 - 21:42 WIB
loading...
Sarankan KPU Tambah...
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto menyarankan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) menambahkan satu sesi debat pada debat lanjutan mendatang. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menyarankan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) menambahkan satu sesi debat pada debat lanjutan mendatang. Satu sesi itu nantinya akan berisi debat yang membahas satu isu hingga mendapatkan kesimpulan terbaik.

Hasto menjelaskan bahwa saran debat itu juga didapatkan dari aspirasi masyarakat khususnya kelompok pro demokrasi. Baca juga: Sebelum Debat Capres, Andika Sempat Beri Masukan ke Ganjar soal Isu HAM

“KPU itu bisa menambahkan satu sesi di mana benar-benar debat tetapi dengan kultur Indonesia,” ujar Hasto di Gedung TPN Ganjar-Mahfud, Jakarta, Rabu (13/12/2023).

KPU, kata Hasto, bisa memberikan satu waktu khusus yang misalnya berjumlah lima menit dalam satu tema khusus tertentu. Ketiga capres atau cawapres dalam sesi debat itu pun bisa saling menanggapi.

“Jadi saling menanggapi, jadi satu, saling menanggapi. Jadi isu itu sampai tuntas, sampai ada suatu kesimpulan mana yang terbaik,” jelasnya.

“Katakanlan dikasih waktu satu sesi lima menit saling menyanggah,” sambungnya.

Hasto meyakinkan sesi debat itu akan menjadi arena pertarungan untuk menyampaikan gagasan terbaik masing-masing calon presiden dan wakil presiden. Bukan hanya itu, dalam sesi tersebut capres dan cawapres pun akan mempunyai kesempatan untuk mengkritisi langsung gagasan dari paslon lainnya.

Baca juga: TPN Ganjar-Mahfud Bahas Strategi Politik hingga Jajak Pendapat Debat Capres Perdana

“Sehingga semua akan menyampaikan gagasan terbaik dan satu sama lain saling mengkritisi. Itu yang kami terima hari ini di Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud dan kami sangat setuju dengan masukan dari perguruan tinggi itu,” tutupnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
KPU Ingatkan PPP Tetap...
KPU Ingatkan PPP Tetap Mengacu UU Pemilu dan Parpol saat Daftar Peserta Pemilu
Roy Suryo Tuding Format...
Roy Suryo Tuding Format Ukuran Ijazah Jokowi Berbeda, Ketum Jokman: Ini Sesuatu Hal yang Enggak Masuk Akal
Bonatua Sebut KPU Bakal...
Bonatua Sebut KPU Bakal Buka Ijazah Jokowi ke Publik Pekan Depan
Sidang Bonjowi, KIP...
Sidang Bonjowi, KIP Periksa KPU hingga Polda Metro Jaya
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Akan Gugat KPU terkait Ijazah Jokowi
Rekomendasi
Diresmikan Pramono dan...
Diresmikan Pramono dan Dudy, Stasiun JIS Resmi Beroperasi
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Kasus DBD Anak Meningkat...
Kasus DBD Anak Meningkat saat El Nino, Ini Gejala yang Wajib Diwaspadai
Berita Terkini
Roy Suryo usai Penangguhan...
Roy Suryo usai Penangguhan Penahanan Dikabulkan: Ini Kemenangan Rakyat Indonesia
Komnas HAM Diminta Awasi...
Komnas HAM Diminta Awasi Dugaan Kriminalisasi dan Penahanan Sulaiman
Kejari Jaksel Ungkap...
Kejari Jaksel Ungkap Alasan Kabulkan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan...
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan, Dokter Tifa: Kebenaran Tak Padam di Negara Kita
GNB Bahas RUU Polri...
GNB Bahas RUU Polri saat Bertemu Megawati
Infografis
Perwira Zionis: Israel...
Perwira Zionis: Israel Kehilangan Seorang Tentara Setiap 5 Menit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved