Kampanye Pemilu 2024: Antara Gimmick, Gagasan dan Elektabilitas
Senin, 11 Desember 2023 - 00:44 WIB
loading...
A
A
A
baca juga: Reshuffle Kabinet Bisa Jadi Hanya Gimmick Politik Jokowi
Berapa banyak orang yang mau meluangkan waktu membaca, memahami dan mencernanya sebagai sebuah gagasan yang sesuai harapan. Jadi, bila gimmick dijadikan sebagai strategi komunikasi dalam kampanye, maka hal tersebut adalah sesuatu yang lumrah. Selain memangkas waktu, gimmick juga memangkas biaya.
Dalam kampanye Pilpres 2024 , gerakan perubahan Capres nomor urut satu Anies Baswedan , joget khas ala Capres nomor urut dua Prabowo Subianto , atau ‘Sat Set’ milik Capres nomor tiga Ganjar Pranowo , bisa dinilai juga sebagai gimmick yang dibuat untuk membangun relasi dengan calon pemilih.
Pesta demokrasi sedang berlangsung. Selama 75 hari, mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Republik Indonesia, serta ratusan ribu calon legislator bertarung dan berjuang menarik simpati 204.807.222 penduduk yang tercatat di Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Gimmick adalah satu sisi, namun gagasan adalah hal yang paling utama. Rakyat Indonesia tentu harus dewasa menyikapi fenomena ini. Semuanya dari balik bilik pemilihan di 14 Februari 2024 mendatang, rakyat memberikan suaranya pada mereka. Tanyakan pada hati nurani, siapa yang paling layak dipilih.
Berapa banyak orang yang mau meluangkan waktu membaca, memahami dan mencernanya sebagai sebuah gagasan yang sesuai harapan. Jadi, bila gimmick dijadikan sebagai strategi komunikasi dalam kampanye, maka hal tersebut adalah sesuatu yang lumrah. Selain memangkas waktu, gimmick juga memangkas biaya.
Dalam kampanye Pilpres 2024 , gerakan perubahan Capres nomor urut satu Anies Baswedan , joget khas ala Capres nomor urut dua Prabowo Subianto , atau ‘Sat Set’ milik Capres nomor tiga Ganjar Pranowo , bisa dinilai juga sebagai gimmick yang dibuat untuk membangun relasi dengan calon pemilih.
Pesta demokrasi sedang berlangsung. Selama 75 hari, mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Republik Indonesia, serta ratusan ribu calon legislator bertarung dan berjuang menarik simpati 204.807.222 penduduk yang tercatat di Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Gimmick adalah satu sisi, namun gagasan adalah hal yang paling utama. Rakyat Indonesia tentu harus dewasa menyikapi fenomena ini. Semuanya dari balik bilik pemilihan di 14 Februari 2024 mendatang, rakyat memberikan suaranya pada mereka. Tanyakan pada hati nurani, siapa yang paling layak dipilih.
(hdr)
Lihat Juga :