Mahfud Nilai Penegakan Hukum Belum Berkeadilan: Maling Dihajar Habis-habisan, Koruptor Dilindungi

Sabtu, 09 Desember 2023 - 19:23 WIB
loading...
Mahfud Nilai Penegakan...
Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 3, Mahfud MD menilai bahwa kadang penegakan hukum di Indonesia tidak berkeadilan. Foto/MPI
A A A
BEKASI - Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 3, Mahfud MD menilai bahwa kadang penegakan hukum di Indonesia tidak berkeadilan. Orang lemah akan kalah dengan orang kuat jika terlibat dalam suatu perkara.

Cawapres yang didukung Partai Perindo itu lantas memberikan contoh ketika ada maling yang dipukuli habis-habisan, sedangkan koruptor mendapatkan perlindungan.

Baca juga: Mahfud MD: Masyarakat Miskin Tidak Akan Pernah Bangkit Jika Korupsi Tak Diberantas

Padahal, kata Mahfud, ada maling yang mencuri karena terpaksa untuk bertahan hidup dan nominal yang dirampas tidak besar, berbeda dengan para koruptor.

"Banyak orang mencuri lalu dihajar habis-habisan di tengah jalan, sementara orang korupsi itu dilindungi, korupsi tuh banyak loh, kelasnya miliaran, kalau orang mencuri itu nggak banyak dan kadang karena terpaksa," ujar Mahfud saat Rapat Akbar Laju Indonesia bersama Rieke Diah Pitaloka di Mustikasari Convention Hall, Mustikajaya, Bekasi Timur, Sabtu (9/12/2023).

Ia pun mengungkap bahwa banyak orang kuat yang sengaja menyuap pejabat korup agar kasusnya ditutup.

"Orang-orang lemah tidak mendapat perlindungan hukum karena orang lemah itu kalau berperkara, orang kuat bisa menyogok pejabat korup agar kasusnya ditutup, sementara orang kuat kalau dia melakukan pelanggaran hukum dijamin dan dibeking pejabat korup," jelas Mahfud.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gus Lilur Usulkan Mahfud...
Gus Lilur Usulkan Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Masuk Kabinet Prabowo
Soal Peralihan Penyidikan...
Soal Peralihan Penyidikan Jampidsus, Pakar: Diskresi demi Cegah Konflik Antarpenegak Hukum
Kapolri Utamakan Stabilitas...
Kapolri Utamakan Stabilitas Negara, Haidar: Penegakan Hukum Tak Boleh Picu Rivalitas
Mahfud MD Ungkap Skenario...
Mahfud MD Ungkap Skenario Eks Jampidsus Ajukan Praperadilan dan Berakhir Menang
KPK Diminta Supervisi...
KPK Diminta Supervisi Kasus Dugaan Korupsi Mantan Jampidsus demi Integritas Penegakan Hukum
Gus Lilur: Rekonsiliasi...
Gus Lilur: Rekonsiliasi Nasional Harus Diawali Kebenaran dan Penegakan Hukum
Gelar Demo di Depan...
Gelar Demo di Depan Kejati Jatim, KEMAKI Sampaikan 10 Tuntutan
GAPKI: Pengawasan Ekspor...
GAPKI: Pengawasan Ekspor Sawit Sudah Ketat, Kuncinya Penegakan Hukum
Atasi Kebocoran Data...
Atasi Kebocoran Data Ekspor, Mahfud MD Dorong Penguatan PT DSI
Rekomendasi
BPOM Temukan 14 Kosmetik...
BPOM Temukan 14 Kosmetik Berbahaya, Ini Daftarnya!
Polda Metro Patroli...
Polda Metro Patroli ke Lokasi-lokasi Nobar Final Argentina vs Spanyol, Warga Diminta Tetap Sportif
Final Piala Dunia 2026:...
Final Piala Dunia 2026: Ribuan Suporter Terjebak Antrean
Berita Terkini
Pemerintah Bangun Ekosistem...
Pemerintah Bangun Ekosistem Pendidikan Berkualitas lewat Revitalisasi Sekolah
Seskab Teddy dan Menteri...
Seskab Teddy dan Menteri Ara Sirait Bahas Target Bedah 400.000 Rumah
APH Didorong Usut Tuntas...
APH Didorong Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus
Sekjen PKS: Pemilih...
Sekjen PKS: Pemilih Muda Jadi Kunci, Kader Harus Siap Menangkan Pemilu 2029
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
DPR Minta KPK Transparan...
DPR Minta KPK Transparan Usut Kasus Dugaan Gratifikasi Menhut
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Hukum yang Menyita Perhatian Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved