Kepala BKKBN Tekankan Pentingnya Persiapkan Diri Sambut Bonus Demografi
Selasa, 05 Desember 2023 - 11:52 WIB
loading...
A
A
A
Begitu juga angka unmet need dan perkawinan usia dini, dia memaparkan bahwa saat ini Jawa Tengah terus mengarah kepada lebih baik. “Kasus unmet need juga menurun. Usia perkawinan juga lebih baik di Jawa Tengah, yang tadinya di bawah 21, sekarang udah banyak mendekati usia 21,” imbuhnya.
“Tapi jangan kelamaan juga, sampai 35 idealnya bagi perempuan. Gerakan untuk ber-KB di Jawa Tengah ini luar biasa,” kata dr. Hasto.
Dia juga menjelaskan bagaimana tren penurunan stunting di Jawa Tengah ini menurun. Melihat bagaimana faktor risiko penyebab stunting diantisipasi, maka yakin saja 2023 ini angka prevalensi stuntingnya bisa menurun.
Percepatan penurunan stunting terus dilakukan secara cepat dan masif, hal ini tak lepas dari cita-cita besar untuk menyambut Generasi Emas Indonesia pada 2045. Hasto berpendapat, dalam hal menyambut bonus demografi ini, generasi mudalah yang akan menentukan bonus demografi itu berhasil atau tidak.
Adapun Evaluasi Program Percepatan Penrunan Stunting tingkat Provinsi Jawa Tengah ini mempertemukan Kepala OPD KB dari 35 Kabupaten Kota se Jawa Tengah, TPPS Provinsi Jawa Tengah, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, juga Penjabat Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Nana Sudjana.
Dalam sambutannya, Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana optimistis angka prevalensi stunting di Jawa Tengah bisa menyentuh 17 persen pada akhir 2023, bahkan di bawah itu. “Saya harapkan sehabis ini kita punya komitmen untuk menurunkan stunting, dan mampu mencapai target. Bila perlu di bawah target, di bawah 14 persen,” ujar Nana.
Nana pun memotivasi bahwa selama ada kemauan, maka kemampuan pasti akan mengikuti. “Insyaallah target 14 persen kalau kita mau, tidak ada yang sulit. Semua ada solusinya, jika kita mau,” ucapnya.
“Tapi jangan kelamaan juga, sampai 35 idealnya bagi perempuan. Gerakan untuk ber-KB di Jawa Tengah ini luar biasa,” kata dr. Hasto.
Dia juga menjelaskan bagaimana tren penurunan stunting di Jawa Tengah ini menurun. Melihat bagaimana faktor risiko penyebab stunting diantisipasi, maka yakin saja 2023 ini angka prevalensi stuntingnya bisa menurun.
Percepatan penurunan stunting terus dilakukan secara cepat dan masif, hal ini tak lepas dari cita-cita besar untuk menyambut Generasi Emas Indonesia pada 2045. Hasto berpendapat, dalam hal menyambut bonus demografi ini, generasi mudalah yang akan menentukan bonus demografi itu berhasil atau tidak.
Adapun Evaluasi Program Percepatan Penrunan Stunting tingkat Provinsi Jawa Tengah ini mempertemukan Kepala OPD KB dari 35 Kabupaten Kota se Jawa Tengah, TPPS Provinsi Jawa Tengah, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, juga Penjabat Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Nana Sudjana.
Dalam sambutannya, Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana optimistis angka prevalensi stunting di Jawa Tengah bisa menyentuh 17 persen pada akhir 2023, bahkan di bawah itu. “Saya harapkan sehabis ini kita punya komitmen untuk menurunkan stunting, dan mampu mencapai target. Bila perlu di bawah target, di bawah 14 persen,” ujar Nana.
Nana pun memotivasi bahwa selama ada kemauan, maka kemampuan pasti akan mengikuti. “Insyaallah target 14 persen kalau kita mau, tidak ada yang sulit. Semua ada solusinya, jika kita mau,” ucapnya.
Lihat Juga :