Penjelasan PWNU Jatim Soal Kampanye 'Saya NU, Saya Pakai Masker'

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 23:47 WIB
loading...
Penjelasan PWNU Jatim...
Rois Syuriah PWNU Jawa Timur KH Anwar Manshur ikut mengampanyekan Saya NU Saya Pakai Masker. Tangkapan layar Instagram PWNU Jatim
A A A
JAKARTA - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menjelaskan asal kampanye 'Saya NU, Saya Pakai Masker' dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Kampanye ini bermula dari imbauan pada Kiai NU Jawa Timur untuk mengambil bagian agar warga NU hadir menurunkan angka kasus positif Covid-19 khususnya di Jawa Timur. Hal ini yang mendorong Sekretaris PWNU Jatim Prof Akh Muzakki mencetuskan gerakan 'Saya NU Saya Pakai Masker'.

"Atas imbauan Masyayikh (para kiai) NU Jatim, Prof Akh Muzakki (Sekretaris PWNU Jatim) memberikan arahan pada sahabat-sahabat yang tergabung di Media Center NU Jatim untuk melakukan ikhtiar mandiri dalam bentuk gerakan literasi pandemi dan ambil bagian agar NU hadir secara nyata dalam menurunkan dan memutus meluasnya persebaran Covid-19, khususnya di Jawa Timur," demikian rilis yang diterima SINDOnews, Jumat (7/8/2020).

Sekretaris PWNU Jatim Prof Akh Muzakki menjelaskan bahwa gerakan #SayaNUSayaPakaiMasker adalah salah satu kampanye untuk menumbuhkan kesadaran warga agar selalu menggunakan masker di mana pun dan kapan pun selama pandemi Covid-19.
(Baca juga: NU Care-LAZISNU Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Covid-19 ).

Bahkan, gerakan ini bukan kampanye baru dan telah dimulai sejak 14 Juni 2020. "Dimulai Rabu, 14 Juni 2020 dan terus akan kita masifkan lewat poster (twibbon dan desain kreatif lainnya), video pendek, dan sarana literasi lain yang dibutuhkan," kata Muzakki.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Sapi Kurban Banpres...
Sapi Kurban Banpres Prabowo Dibiayai APBN, Ulama NU Sebut Sah Menurut Fikih
Keresahan Warga NU Menguat,...
Keresahan Warga NU Menguat, Mubes DIY Desak PBNU Kembali ke Khittah
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Rekomendasi
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved