Bicara di COP 28, Stafsus Presiden Ajak Pemuda Suarakan Hentikan Perang
Jum'at, 01 Desember 2023 - 23:42 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan, kata Diaz, pemanasan global dan perubahan iklim dapat memakan korban jiwa lebih banyak dari peperangan, serangan terorisme, dan bencana alam.
"Selain membunuh jutaan orang, peperangan menyumbangkan 5,5% emisi gas rumah kaca setiap tahunnya. Oleh karena itu kita, terutama anak muda, harus menyuarakan kepada pemerintahan dunia untuk menghentikan konflik dan peperangan karena dapat memperparah pemanasan global dan membunuh lebih banyak orang," katanya.
Salah satu fokus COP28 kali ini menggarisbawahi pentingnya pendanaan untuk adaptasi dan investasi dalam ketahanan iklim. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, Diaz juga menyampaikan bahwa inovasi-inovasi yang saat ini tersedia, terutama oleh para ecopreneurs di Indonesia berpeluang besar untuk membantu menyelamatkan potensi emisi GRK yang terlepas ke atmosfer.
Namun, hal tersebut pasti membutuhkan dukungan investasi. "Aksi-aksi inovatif dari pemuda pemudi di Indonesia di sektor konstruksi, pakaian, pangan, hingga pengolahan sampah ini fokus untuk mengembangkan ekonomi berkelanjutan yang maju secara bisnis tetapi tidak mengorbankan lingkungan melainkan menjunjung ekonomi sirkular," ujarnya.
Sesi tersebut turut dihadiri beberapa tokoh di antaranya, Wakil Menteri Lingkungan HIdup dan Kehutanan Alue Dohong, Pengusaha Boy Thohir, dan Anggota DPR 2014-2019 Akbar Faizal.
"Selain membunuh jutaan orang, peperangan menyumbangkan 5,5% emisi gas rumah kaca setiap tahunnya. Oleh karena itu kita, terutama anak muda, harus menyuarakan kepada pemerintahan dunia untuk menghentikan konflik dan peperangan karena dapat memperparah pemanasan global dan membunuh lebih banyak orang," katanya.
Salah satu fokus COP28 kali ini menggarisbawahi pentingnya pendanaan untuk adaptasi dan investasi dalam ketahanan iklim. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, Diaz juga menyampaikan bahwa inovasi-inovasi yang saat ini tersedia, terutama oleh para ecopreneurs di Indonesia berpeluang besar untuk membantu menyelamatkan potensi emisi GRK yang terlepas ke atmosfer.
Namun, hal tersebut pasti membutuhkan dukungan investasi. "Aksi-aksi inovatif dari pemuda pemudi di Indonesia di sektor konstruksi, pakaian, pangan, hingga pengolahan sampah ini fokus untuk mengembangkan ekonomi berkelanjutan yang maju secara bisnis tetapi tidak mengorbankan lingkungan melainkan menjunjung ekonomi sirkular," ujarnya.
Sesi tersebut turut dihadiri beberapa tokoh di antaranya, Wakil Menteri Lingkungan HIdup dan Kehutanan Alue Dohong, Pengusaha Boy Thohir, dan Anggota DPR 2014-2019 Akbar Faizal.
(rca)
Lihat Juga :