Ekonomi Minus 5,32%, Fadel Minta Jokowi Lakukan Langkah Berani
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 17:39 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Fadel, Presiden Jokowi mengeluh bahwa belanja negara masih kurang maksimal. Bahkan, hingga Agustus 2020, tingkat belanja baru 30%. "Ini artinya kurang kerja. Ada yang cuma 24%. Ini ada yang salah dalam mengelola pemerintahan. Ketika saya jadi gubernur, saya sangat keras dalam spending (belanja) karena ini berbanding lurus dengan kondisi ekonomi," tuturnya.
Menurut dia, saat ini banyak PNS di daerah yang tidak bisa bekerja dengan baik karena keadaan yang semakin parah. "Kalau ini terus berlangsung, saya khawatir ini akan terjadi sesuatu. Saya kurang percaya dengan ulasan-ulasan manis yang mengatakan Indonesia akan bla...bla...bla.," tandasnya.
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini melanjutkan, sejauh ini rakyat masih "dininabobokkan" dengan anggapan sebagai negara yang akan cepat recovery. "Itu manis-manis mulut saja padahal orang teriak daya beli tak ada. Maka kita harapkan Presiden harus menyampaikan harapan. Kalau tidak akan terjadi sesuatu yang akan menyesal di kemudian hari," ungkapnya.
Karena itu, kata Fadel, pemerintah harus segera membuat terobosan kebijakan untuk segera keluar dari kondisi sulit saat ini. "Tidak boleh menunggu. Sekarang ini diam saja. Dana di perbankan ada tapi nggak bergerak, UKM mandek, kredit tanpa agunan banyak tapi nggak ada kebijakan khusus. Kami panggil OJK, BI, ada duit tapi langkah mereka saling tunggu satu dengan yang lain," katanya.
Menurut dia, saat ini banyak PNS di daerah yang tidak bisa bekerja dengan baik karena keadaan yang semakin parah. "Kalau ini terus berlangsung, saya khawatir ini akan terjadi sesuatu. Saya kurang percaya dengan ulasan-ulasan manis yang mengatakan Indonesia akan bla...bla...bla.," tandasnya.
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini melanjutkan, sejauh ini rakyat masih "dininabobokkan" dengan anggapan sebagai negara yang akan cepat recovery. "Itu manis-manis mulut saja padahal orang teriak daya beli tak ada. Maka kita harapkan Presiden harus menyampaikan harapan. Kalau tidak akan terjadi sesuatu yang akan menyesal di kemudian hari," ungkapnya.
Karena itu, kata Fadel, pemerintah harus segera membuat terobosan kebijakan untuk segera keluar dari kondisi sulit saat ini. "Tidak boleh menunggu. Sekarang ini diam saja. Dana di perbankan ada tapi nggak bergerak, UKM mandek, kredit tanpa agunan banyak tapi nggak ada kebijakan khusus. Kami panggil OJK, BI, ada duit tapi langkah mereka saling tunggu satu dengan yang lain," katanya.
(nbs)
Lihat Juga :