Presiden Lagi-lagi Marahi Menteri, Effendi Simbolon: Dari Awal Bukan The Dream Team

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 12:21 WIB
loading...
A A A
Menurut Effendi, para birokrat itu bukan orang-orang bodoh yang tidak mengerti aturan dalam merealisasikan anggaran. "Birokrat-birokrat kita ini enggak bodoh-bodoh amatlah. Tapi kan kembali, enggak serta merta (membelanjakan anggaran, red). Pertanyaannya pertama, anggarannya apa iya sudah tersedia 100 persen? Kan enggak juga, belum tentu. Kita coba transparan juga berapa masuk pendapatan negara dari pajak, berapa masuk dari hasil surat utang obligasi dan seterusnya, berapa yang ada di APBN kita, itu kan semua ada tahap-tahapnya diatur dalam undang-undang semua yang mengatur pengelolaan negara," jelasnya.

Apalagi, kata Effendi, saat ini masih tahun berjalan sehingga ketika serapan masih sekitar 20%, hal itu tidak perlu dipersoalkan. "Kecuali kalau kita bicara Desember, masih diserap dengan 20%, itu baru ada pertanyaan kenapa. Ini kan tahun berjalan ini, masih dipertanyakan, dimana persoalannya? Kita harus jujur berapa persen yang tersedia di APBN kita, dan berapa dari berapa itu yang menurut presiden terserap atau tidak," tandasnya.

Effendi mengaku tidak mengerti mengapa hal itu yang dijadikan permasalahan sehingga Jokowi harus mempertontonkan kemarahannya di ruang publik. "Jadi kita dipertontonkan tontonan yang enggak penting. Saya bukan dalam rangka membanding-bandingkan, tapi saya, kita mungkin hanya ada di Indonesia ada gambar begitu, ada film mengenai pemimpinnya marah-marah ke bawahannya dipublikasikan. Bagi rakyat yang semua ngalamin (dampak Corona), enggak penting melihat gambar begitu."

Dia menilai hal yang penting dilakukan Jokowi adalah menjelaskan kepada rakyat kondisi yang sebenarnya dan apa langkah nyata yang dilakukan pemerintah dalam menangani COVID-19. "Jelaskan kami begini-begini, dari anggaran ini sekian, jelaskan, itu yang lebih penting. Ada press release juga dari presiden. Seperti yang dilakukan PM Lee, PM Malaysia, Donald Trump, semua rilis begini (langkah penanganan COVID-19). Enggak Donald Trump marah-marahin pembantunya terus kita tonton, enggak penting bagi rakyat Indonesia. Itu tontonan yang nggak mendidik, enggak ada manfaatnya sedikitpun bagi rakyat," paparnya. (Baca juga: PKS: Marah Sekali Wajar, Berkali-kali Cenderung Sakit )

Ditambahkan Effendi, di tengah kondisi yang serba sulit saat ini, hal yang perlu dilakukan adalah memperbanyak mendekatkan diri kepada Tuhan, memohon perlindungan dan kesabaran agar bisa melalui cobaan ini dengan baik. "Coba lihat lingkungan sekitar kita, kalau enggak karena hidup dengan kekuatan iman, sudah habis semua kita. Dari mulai Januari sampai sekarang, habis kita. Itu kembali meditasi dengan kearifan, dengan kekhusyuan, ada pertobatan. Enggak perlu dipertontonkan, berapa pihak sih, segelintir orang yang peduli ke politik sekarang," tutupnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Silakan Jokowi Keliling...
Silakan Jokowi Keliling Indonesia, PDIP: Bebas, tapi Harus Tunjukkan Ijazah
Andi Azwan: Segala Sesuatu...
Andi Azwan: Segala Sesuatu yang Berhubungan dengan Jokowi Buat Banyak Orang 'Cacing Kepanasan'
Ferdinand Hutahaean:...
Ferdinand Hutahaean: Jokowi Khianati Prabowo Demi Ambisi Politik Keluarga di 2029
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
Roy Suryo Laporkan Lechumanan...
Roy Suryo Laporkan Lechumanan dan Rismon Sianipar ke Polda Metro Jaya
Jokowi Akan Kunjungi...
Jokowi Akan Kunjungi Lampung, Relawan dan PSI Siap Kawal Seluruh Agenda
Rekomendasi
Inggris Hajar Kroasia...
Inggris Hajar Kroasia 4-2, Tuchel: Ini Bukan Identitas The Three Lions
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
Berita Terkini
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
SGU-Endress+Hauser Kembangkan...
SGU-Endress+Hauser Kembangkan Talenta melalui Beasiswa, Magang, dan Program Vokasi
KPK Buka Peluang Periksa...
KPK Buka Peluang Periksa Pihak BPK, Dalami Peran Eks Staf Ahli Bobby Adhityo Rizaldi
Kisah Kasus Nadiem Dalam...
Kisah Kasus Nadiem Dalam Perkara Korupsi
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya...
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Hari Ini
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Infografis
3 Alasan Jepang Bukan...
3 Alasan Jepang Bukan Lagi Negara yang Cinta Damai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved