Partai Berkarya 'Dipecah' Agar Tak Ada Oposisi

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 11:13 WIB
loading...
Partai Berkarya Dipecah...
Kantor DPP Partai Berkarya di Jalan Antasari, Jakarta Selatan. Foto/SINDOnews/Dzikry Subhanie
A A A
JAKARTA - Partai Beringin Karya (Berkarya) telah terpecah menjadi dua kubu, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto dengan Mayor Jenderal (Purn) Muchdi Purwoprandjono atau Muchdi PR. Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pun dikabarkan telah menerbitkan surat keputusan (SK) tentang pengesahan kepengurusan Kubu Muchdi PR.

Diketahui, Tommy Soeharto bersama Partai Berkarya mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno di Pilpres 2019 lalu. Sedangkan Muchdi PR memilih mendukung pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin memberikan pandangan atau prediksinya terkait 'dipecahnya' Partai Berkarya ini. "Tujuannya agar tak ada oposisi. Meminimalisir pihak-pihak yang dianggap tak pro pemerintah. Biasanya kekuasaan itu ingin take all, ingin ambil semua," ujar Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Jumat (7/8/2020).(Baca juga: Konflik Partai Berkarya, Kubu Muchdi Ajak Tommy Jadi Ketua Dewan Pembina ).

Ujang menambahkan, begitu juga pihak-pihak yang berseberangan dengan pemerintah pun digiring untuk mendukung pemerintah. "Agar pemerintah nyenyak tidur saja. Karena tak akan banyak yang berani mengkritik," pungkas pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia ini.(Baca juga: Partai Berkarya Kubu Muchdi PR Klaim Kantongi SK dari Kemenkumham ).
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MK: Parpol Melanggar...
MK: Parpol Melanggar Kuota 30 Persen Keterwakilan Perempuan Bakal Didiskualifikasi
GKSR Minta Revisi UU...
GKSR Minta Revisi UU Pemilu Libatkan Partai Non-Parlemen dan Hapus Parliamentary Threshold
Kader Partai Berkarya...
Kader Partai Berkarya Diminta Mendukung Agenda Pembangunan Nasional
Era Ketua DPC PKB Asal...
Era Ketua DPC PKB Asal Dipilih Sudah Berakhir, Gus Halim: Semua Harus Lulus UKK
Eks Pj Sekda Kupang...
Eks Pj Sekda Kupang Gabung Perindo NTT, Konsolidasi Politik Diperkuat dan Target Rebut Kembali Basis Politik
Pungutan Perpisahan...
Pungutan Perpisahan Dinilai Bebani Orang Tua, Legislator Perindo Minta Disdik Kota Medan Bertindak
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Partai Kecoa Viral di...
Partai Kecoa Viral di India, 350.000 Orang Sudah Mendaftar, Syarat Anggota: Pengangguran dan Malas
Ketua Dewan Pembina...
Ketua Dewan Pembina PSI Banten Minta Seluruh Kader Berkegiatan Bersama Masyarakat
Rekomendasi
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
2 Pemain Timnas Putri...
2 Pemain Timnas Putri Palestina Diculik Israel, FIFA Tutup Mata
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved