BEM Unusia Sampaikan Empat Sikap Menolak Dinasti Politik
Selasa, 14 November 2023 - 15:02 WIB
loading...
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (BEM Unusia) menolak sistem politik dinasti. Pernyataan sikap itu secara umum terdiri dari empat poin. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia ( Unusia ) menolakpraktik politik dinasti . Pernyataan sikap itu secara umum terdiri dari empat poin.
“Dengan perjalanan historis kami pada waktu yang lalu mulai dari kami melaporkan terkait tentang laporan kode etik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman. Maka dengan itu, kami BEN Unusia menyatakan pernyataan sikap sebagai berikut,” kata Ketua BEM Unusia Aldi Hidayat dalam keterangan pers, Selasa (14/11/2023). Baca juga: Massa Aksi Datangi KPU Jelang Penetapan Capres-Cawapres 2024, Sampaikan Keresahan soal Politik Dinasti
Pertama, BEM Unusia menyatakan sikap untuk membongkar dan menolak politik dinasti sebagai syarat regresi demokrasi. Aldi mengatakan, politik dinasti merupakan warisan kekuasaan tradisional yang ada di Indonesia sejak berabad-abad silam. Sejak, era autokrasi ikatan genealogis digunakan sebagai dasar regenerasi politik guna melanggengkan kekuasaan.
“Maka dari itu kami melihat bahwa politik dinasti ini tidak betul berada di dalam ruang lingkup negara yang menganut paham demokrasi,” ujarnya.
Kedua, BEM Unusia meminta pihak terkait memberikan penjelasan ke publik terkait putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang menyatakan bahwa Anwar Usman hanya dicopot sebagai ketua MK.
“Dengan perjalanan historis kami pada waktu yang lalu mulai dari kami melaporkan terkait tentang laporan kode etik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman. Maka dengan itu, kami BEN Unusia menyatakan pernyataan sikap sebagai berikut,” kata Ketua BEM Unusia Aldi Hidayat dalam keterangan pers, Selasa (14/11/2023). Baca juga: Massa Aksi Datangi KPU Jelang Penetapan Capres-Cawapres 2024, Sampaikan Keresahan soal Politik Dinasti
Pertama, BEM Unusia menyatakan sikap untuk membongkar dan menolak politik dinasti sebagai syarat regresi demokrasi. Aldi mengatakan, politik dinasti merupakan warisan kekuasaan tradisional yang ada di Indonesia sejak berabad-abad silam. Sejak, era autokrasi ikatan genealogis digunakan sebagai dasar regenerasi politik guna melanggengkan kekuasaan.
“Maka dari itu kami melihat bahwa politik dinasti ini tidak betul berada di dalam ruang lingkup negara yang menganut paham demokrasi,” ujarnya.
Kedua, BEM Unusia meminta pihak terkait memberikan penjelasan ke publik terkait putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang menyatakan bahwa Anwar Usman hanya dicopot sebagai ketua MK.
Lihat Juga :