Lewat Pantun, Hasto Ungkap Makna Baju Hitam Kader PDIP untuk Menangkan Ganjar-Mahfud
Minggu, 12 November 2023 - 14:18 WIB
loading...
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto bersama ribuan pengurus dan kader PDIP Kalsel tampak mengenakan pakaian berwarna hitam saat melaksanakan Rakerda IV di Banjarmasin, Minggu (12/11/2023). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto bersama ribuan pengurus dan kader PDIP Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tampak mengenakan pakaian berwarna hitam saat melaksanakan Rakerda IV di Banjarmasin, Kalimatan Selatan, Minggu (12/11/2023). Pakaian hitam yang dikenakan para kader banteng itu tak seperti biasanya.
Mereka biasanya mengenakan pakaian kebanggaan berwarna merah. Hasto kemudian menjelaskan maknanya. “Rapat ini kita semua sengaja memakai hitam. Hitam tak lagi melambangkan kesedihan. Tapi semangat perjuangan menyala-nyala dan tidak akan pernah reda,” kata Hasto dalam pidato pembukaan rakerda yang dilaksanakan tertutup.
“Pakaian hitam kita ini melambangkan struggle, sebuah daya juang,” tegas Hasto.
Baca juga: Respons Jokowi soal Drama Politik Pilpres 2024, PDIP Sebut Putusan MKMK Kemenangan Nurani
Hasto mengungkapkan, daya juang ini dilandasi oleh sebuah keyakinan sejarah. Menurutnya, PDIP hadir sebagai upaya koreksi terhadap suatu tatanan pemerintahan orde baru yang otoriter, di mana alat negara menjadi daya penopang kekuasaan tunggal Soeharto.
Mereka biasanya mengenakan pakaian kebanggaan berwarna merah. Hasto kemudian menjelaskan maknanya. “Rapat ini kita semua sengaja memakai hitam. Hitam tak lagi melambangkan kesedihan. Tapi semangat perjuangan menyala-nyala dan tidak akan pernah reda,” kata Hasto dalam pidato pembukaan rakerda yang dilaksanakan tertutup.
“Pakaian hitam kita ini melambangkan struggle, sebuah daya juang,” tegas Hasto.
Baca juga: Respons Jokowi soal Drama Politik Pilpres 2024, PDIP Sebut Putusan MKMK Kemenangan Nurani
Hasto mengungkapkan, daya juang ini dilandasi oleh sebuah keyakinan sejarah. Menurutnya, PDIP hadir sebagai upaya koreksi terhadap suatu tatanan pemerintahan orde baru yang otoriter, di mana alat negara menjadi daya penopang kekuasaan tunggal Soeharto.
Lihat Juga :