Pangdam II/Sriwijaya yang Pernah Duduki Jabatan KSAD, Nomor 3 Jadi Wakil Presiden ke-6 RI
Jum'at, 10 November 2023 - 05:41 WIB
loading...
A
A
A
Try merupakan anak ketiga dari pasangan Soebandi dan Mardiyah. Try lahir di Surabaya, 15 November 1935.
Karier militer tertingginya adalah Pangab pada 1988-1993. Try menggantikan Jenderal LB Moerdani. Setelah tidak menjadi Pangab, suami dari Tuti Sutiawati ini terpilih menjadi Wakil Presiden ke-6 mendampingi Presiden Soeharto pada masa jabatan 1993-1998.
Try pada tahun 1956 diterima menjadi taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad). Pada 1959, Try lulus dan dilantik dari Atekad menjadi perwira muda dengan pangkat Letda Czi (Letnan Dua Corps Zeni).
Pengalaman militer Try yang pertama adalah pada tahun 1957, ketika ikut berperang melawan Pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatera.
Try juga pernah menjadi ajudan Presiden Soeharto pada 1974-1978. Try mengenal Soeharto saat Operasi Pembebasan Irian Barat pada tahun 1962. Kala itu, Soeharto yang berpangkat Mayor Jenderal, ditunjuk Presiden Soekarno menjadi Panglima Komando Mandala yang berpangkalan di Sulawesi.
Setelah menjadi ajudan Soeharto, Try menduduki sejumlah jabatan strategis khususnya di TNI Angkatan Darat (AD). Di antaranya, Kasdam XVI/Udayana, Pangdam IV/Sriwijaya, kemudian Pangdam Jaya, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), hingga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Try yang kala itu berpangkat Brigjen, menjadi Pangdam IV/Sriwijaya pada 17 Mei 1979. Dia diangkat berdasarkan SK Menteri Pertahanan Keamanan Nomor 600/V/1979 tertanggal 11 Mei 1979. Try menggantikan Brigjen TNI Obrijen Setjakusumah.
Tiga tahun bertugas sebagai Pangdam IV/Sriwijaya, Try dimutasi menjadi Pangdam V/Jaya pada 1982. Try menggantikan Mayjen TNI Norman Sasono.
Menjabat Pangdam Jaya, bintang di pundak Try bertambah satu. Try berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen). Dikutip dari laman kodamjaya-tniad.mil.id, Try menjabat Pangdam Jaya sejak 1982-1985.
Baca juga: Pangdam III/Siliwangi yang Kariernya Melejit Jadi KSAD, Nomor 1 Calon Panglima TNI yang Jago Menembak
Karier militer ayah Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo ini kemudian meroket mulai dari Wakasad (1985-1986). Pangkatnya Letjen. Tak sampai setahun menjadi Wakasad, Try menjadi KSAD menggantikan Jenderal Rudini pada Juni 1986 hingga 1988. Pangkatnya pun naik menjadi Jenderal. Akhirnya, Try menjadi Panglima ABRI atau Pangab pada 1988-1993.
Karier militer tertingginya adalah Pangab pada 1988-1993. Try menggantikan Jenderal LB Moerdani. Setelah tidak menjadi Pangab, suami dari Tuti Sutiawati ini terpilih menjadi Wakil Presiden ke-6 mendampingi Presiden Soeharto pada masa jabatan 1993-1998.
Try pada tahun 1956 diterima menjadi taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad). Pada 1959, Try lulus dan dilantik dari Atekad menjadi perwira muda dengan pangkat Letda Czi (Letnan Dua Corps Zeni).
Pengalaman militer Try yang pertama adalah pada tahun 1957, ketika ikut berperang melawan Pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatera.
Try juga pernah menjadi ajudan Presiden Soeharto pada 1974-1978. Try mengenal Soeharto saat Operasi Pembebasan Irian Barat pada tahun 1962. Kala itu, Soeharto yang berpangkat Mayor Jenderal, ditunjuk Presiden Soekarno menjadi Panglima Komando Mandala yang berpangkalan di Sulawesi.
Setelah menjadi ajudan Soeharto, Try menduduki sejumlah jabatan strategis khususnya di TNI Angkatan Darat (AD). Di antaranya, Kasdam XVI/Udayana, Pangdam IV/Sriwijaya, kemudian Pangdam Jaya, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), hingga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Try yang kala itu berpangkat Brigjen, menjadi Pangdam IV/Sriwijaya pada 17 Mei 1979. Dia diangkat berdasarkan SK Menteri Pertahanan Keamanan Nomor 600/V/1979 tertanggal 11 Mei 1979. Try menggantikan Brigjen TNI Obrijen Setjakusumah.
Tiga tahun bertugas sebagai Pangdam IV/Sriwijaya, Try dimutasi menjadi Pangdam V/Jaya pada 1982. Try menggantikan Mayjen TNI Norman Sasono.
Menjabat Pangdam Jaya, bintang di pundak Try bertambah satu. Try berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen). Dikutip dari laman kodamjaya-tniad.mil.id, Try menjabat Pangdam Jaya sejak 1982-1985.
Baca juga: Pangdam III/Siliwangi yang Kariernya Melejit Jadi KSAD, Nomor 1 Calon Panglima TNI yang Jago Menembak
Karier militer ayah Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo ini kemudian meroket mulai dari Wakasad (1985-1986). Pangkatnya Letjen. Tak sampai setahun menjadi Wakasad, Try menjadi KSAD menggantikan Jenderal Rudini pada Juni 1986 hingga 1988. Pangkatnya pun naik menjadi Jenderal. Akhirnya, Try menjadi Panglima ABRI atau Pangab pada 1988-1993.
(kri)
Lihat Juga :