Achsanul Qosasi Tersangka Korupsi BTS Kominfo, Pakar Hukum Amini Pernyataan Ahok
Rabu, 08 November 2023 - 01:02 WIB
loading...
A
A
A
Diketahui, Achsanul Qosasi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) karena diduga menerima uang sekitar Rp40 miliar terkait jabatannya, utamanya pengamanan audit proyek Palapa Ring melalui orang kepercayaannya Sadikin Rusli. Duit itu diterima dari para terdakwa sesuai arahan bekas Direktur Utama BAKTI Kominfo Anang Achmad Latif.
Sigid menuturkan, audit BPK riskan diperdagangkan menyusul adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 25/PUU-XIV/2016. Isinya, kebenaran tentang kerugian negara menjadi delik materil.
"Artinya, hasil audit menjadi bagian yang dapat membuktikan ada tidaknya tindak pidana korupsi. Oleh karena itu, potensi terjadinya penyalahgunaan kewenangan karena dengan hasil audit bisa menjadi ada tidaknya perbuatan korupsi," imbuhnya.
Faktor berikutnya, minimnya pengawasan membuat potensi penyalahgunaan kewenangan (abuse of power) semakin besar terjadi. Apalagi, kekuasaan memberikan peluang besar pada ekses ekonomi yang tinggi.
"Memang selama ini susah untuk menjadikan manusia betul-betul klir kalau satu, memang tidak didukung moralitas yang tinggi; yang kedua, ketika masih ada kepentingan di balik itu; yang berikutnya, intinya, ketika pengawasan intern menjadi lemah, orang bebas seolah-olah tanpa pengawasan dari pihak luar," ungkapnya.
Sigid menuturkan, audit BPK riskan diperdagangkan menyusul adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 25/PUU-XIV/2016. Isinya, kebenaran tentang kerugian negara menjadi delik materil.
"Artinya, hasil audit menjadi bagian yang dapat membuktikan ada tidaknya tindak pidana korupsi. Oleh karena itu, potensi terjadinya penyalahgunaan kewenangan karena dengan hasil audit bisa menjadi ada tidaknya perbuatan korupsi," imbuhnya.
Faktor berikutnya, minimnya pengawasan membuat potensi penyalahgunaan kewenangan (abuse of power) semakin besar terjadi. Apalagi, kekuasaan memberikan peluang besar pada ekses ekonomi yang tinggi.
"Memang selama ini susah untuk menjadikan manusia betul-betul klir kalau satu, memang tidak didukung moralitas yang tinggi; yang kedua, ketika masih ada kepentingan di balik itu; yang berikutnya, intinya, ketika pengawasan intern menjadi lemah, orang bebas seolah-olah tanpa pengawasan dari pihak luar," ungkapnya.
Lihat Juga :