Antisipasi Bencana Banjir, Ini yang Dilakukan Menteri Sofyan Djalil

loading...
Antisipasi Bencana Banjir, Ini yang Dilakukan Menteri Sofyan Djalil
Menteri Sofyan Djalil saat memasang Pelang Peringatan Banjir di dekat Rusun Lokbin Tegal Alur, Jakarta Barat, Rabu (5/8/2020), dengan didampingi pejabat Dirjen. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Bencana banjir yang kerap kali melanda kota-kota besar seperti DKI Jakarta, Bandung, dan lainnya, membuat Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan Djalil, melakukan sejumlah pengecekan untuk menghadapi musim penghujan.

(Baca juga: Jokowi Sampaikan Duka Cita Kepada Korban Banjir Bandang Masamba)

Hal ini dikatakan Menteri Sofyan Djalil saat memasang Pelang Peringatan Banjir di dekat Rusun Lokbin Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (5/8/2020), dengan didampingi pejabat Dirjen.

(Baca juga: BNPB Sebut Sepanjang 2020 Sebanyak 1.724 Bencana Melanda Indonesia)

Tampak hadir juga di lokasi, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) DKI Jakarta Jaya, bersama Kepala Kantor Pertanahan Kota Administasi Jakarta Barat, Nandang Agus Taruna.



Usai memasang pelang, Sofyan Djalil bersama rombongan meninjau Kali Semongol, yang tidak jauh dari lokasi pemasangan plang. Kemudian berdialog dengan warga di lobby Rusun Lokbin Tegal Alur.

"Pemasangan pelang peringatan banjir yang dilakukan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional berkerja sama dengan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta dan masyarakat setempat, dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran
masyarakat di kawasan rawan bencana banjir dan diharapkan masyarakat menjadi lebih adaptif terhadap bencana banjir," kata Sofyan.

Bilamana terjadi banjir kata Sofyan Djalil, pelang peringatan banjir tersebut berfungsi memberikan panduan bagi masyarakat setempat untuk memonitor ketinggian banjir dan memandu kapan waktunya masyarakat harus segera meninggalkan rumah menuju ke ruang evakuasi bencana.

"Berbasis teknologi informasi, melalui barcode di papan plang, masyarakat dapat memperoleh informasi peta banjir terakhir dan informasi ruang evakuasi bencana terdekat, disertai rute tercepat menuju ruang evakuasi di lokasi masing-masing," jelas Sofyan.

Diharapkan dengan adanya pemasangan plang peringatan banjir ini menurut Sofyan, dapat meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana banjir guna meminimalisir kerugian dan korban jiwa.



"Pemasangan pelang peringatan banjir ini tentunya hanya sebagai langkah antisipatif terhadap kejadian banjir. Sembari menunggu tuntasnya upaya penanganan permasalahan banjir yang sesungguhnya yang saat ini tengah diupayakan oleh pihak-pihak terkait," ucapnya.

"Perlu adanya kerja sama yang bersifat antar daerah dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait, baik di Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional berkomitmen sebagai fasilitator koordinasi antara pusat dan daerah. Sehingga setiap inisiatif dapat menghasilkan output dan outcome yang nyata," sambungnya.

Sementara di tempat terpisah, Dosen Politik Agraria, Sosiologi Hukum, Magister Hukum Universitas Trisakti (Usakti) Hery Hartawan mengatakan, mengapresiasi kinerja kementrian Agraria yaitu program Pemasangan Plang Peringatan Banjir sangat diperlukan oleh masyarakat yang terkena dampak langsung oleh banjir, dengan begitu masyarakat bisa menyiapkan diri.

"Selain itu penanganan banjir di DKI Jakarta harus dilakukan secara bersama sama, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan kota kota penyangga Jakarta seperti Bogor, Depok, penanganan dr hulu sampai hilir, percepatan pengadaan tanah untuk normalisasi kali di Jakarta, dan yang paling penting budaya masyarakat kita, seperti tertib membuang sampah, rajin bergotong royong kerja bakti membersihkan saluran, got-got lingkungan, tidak mendirikan bangunan liar di sepanjang badan sungai," jelas Hery Hartawan.

Sementara itu, dalam rangka implementasi penataan ruang berbasis mitigasi bencana, perlu disebarluaskan kepada masyarakat sebagai bagian dari sistem peringatan dini. Dalam rangka meningkatkan ketahanan terhadap bencana guna mengurangi risiko ancaman kerugian dan korban jiwa.

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) DKI Jakarta Jaya, bersama Kepala Kantor Pertanahan Kota Administasi Jakarta Barat, Nandang Agus Taruna, mendampingi Menteri Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil.
(maf)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top