SYL Nangis di Ruang Sidang Pleidoi: Rumah Saya kalau Banjir Masih Kebanjiran
Jum'at, 05 Juli 2024 - 19:08 WIB
loading...
Tangis terdakwa kasus dugaan gratifikasi dan pemerasaan terhadap anak buah, Syahrul Yasin Limpo (SYL) pecah saat menceritakan dirinya memiliki rumah yang masih kebanjiran. Foto/Riyan Rizki Roshali
A
A
A
JAKARTA - Tangis terdakwa kasus dugaan gratifikasi dan pemerasaan terhadap anak buah, Syahrul Yasin Limpo (SYL) pecah saat menceritakan dirinya memiliki rumah yang masih kebanjiran. Hal itu disampaikan SYL saat menyampaikan nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Tipikor pada PN Jakpus, Jumat (5/7/2024).
Mulanya, bercerita terkait rekam jejaknya sebagai birokrat, kepala daerah hingga menjadi Menteri. Menurutnya, dia bisa saja melakukan korupsi saat menjadi kepala daerah.
“Apabila saya memang berniat melakukan itu, saya pasti sudah melakukannya sejak dari dulu menjabat di daerah dan apabila hal tersebut terjadi, dengan rentang waktu karier saya sebagai birokrat yang panjang, saya pasti akan sudah menjadi salah satu orang yang sangat kaya raya di Indonesia ini,” kata SYL.
Baca juga: SYL Merasa Ditusuk Panji dari Belakang: Begitu Tega dan Keji
Kemudian, SYL pun sempat terdiam sejenak dan terisak-isak. Ia mengaku rumahnya di Makassar, Sulawesi Selatan merupakan rumah program BTN yang masih kebanjiran.
"Rumah saya kalau banjir masih kebanjiran bapak yang di Makassar itu. Saya tinggal di BTN. Saya enggak biasa disogok-sogok orang. Tunjukkan saya," ungkap SYL sambil terisak-isak.
Mulanya, bercerita terkait rekam jejaknya sebagai birokrat, kepala daerah hingga menjadi Menteri. Menurutnya, dia bisa saja melakukan korupsi saat menjadi kepala daerah.
“Apabila saya memang berniat melakukan itu, saya pasti sudah melakukannya sejak dari dulu menjabat di daerah dan apabila hal tersebut terjadi, dengan rentang waktu karier saya sebagai birokrat yang panjang, saya pasti akan sudah menjadi salah satu orang yang sangat kaya raya di Indonesia ini,” kata SYL.
Baca juga: SYL Merasa Ditusuk Panji dari Belakang: Begitu Tega dan Keji
Kemudian, SYL pun sempat terdiam sejenak dan terisak-isak. Ia mengaku rumahnya di Makassar, Sulawesi Selatan merupakan rumah program BTN yang masih kebanjiran.
"Rumah saya kalau banjir masih kebanjiran bapak yang di Makassar itu. Saya tinggal di BTN. Saya enggak biasa disogok-sogok orang. Tunjukkan saya," ungkap SYL sambil terisak-isak.
Lihat Juga :