Profil Daan Jahja, Jenderal TNI yang Memimpin Pemuda Culik Moh Hatta ke Rengasdengklok
Sabtu, 28 Oktober 2023 - 05:02 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Latar Belakang Terjadinya Peristiwa Rengasdengklok
Tidak hanya itu, Daan Jahja juga terlibat aktif pada saat rapat raksasa di Lapangan Ikada, Jakarta. Bersama Subianto yang merupakan paman dari Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Daan Jahja melaporkan situasi di Lapangan Ikada ke Kantor Kominte Nasional Indonesia Pusat (KNIP).
Sebab sebelum Subuh, seluruh rakyat Indonesia dari berbagai daerah sudah berkumpul di Lapangan Ikada untuk mendengarkan pidato Presiden Soekarno di Rapat Raksasa Lapangan Ikada sekarang bernama Monumen Nasional (Monas). Di sisi lain, tentara Jepang mengerahkan panser dan tank untuk berjaga-jaga.
Untuk menghindari kericuhan antara rakyat Indonesia dan tentara Jepang. Proklamasi akhirnya kumandangkan di rumah Soekarno yang berada di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta. Pada 16 Agustus tengah malam rombongan tersebut sampai di Jakarta. Keesokan harinya, tepatnya 17 Agustus 1945 Proklamasi dikumandangkan oleh Presiden Soekarno-Moh. Hatta.
Daan Jahja wafat pada 20 Juni 1985 tepat saat Hari Raya Idul Fitri 1405H sepulang dari Masjid Sunda Kelapa, Jakarta setelah melaksanakan Salat Id.
Tidak hanya itu, Daan Jahja juga terlibat aktif pada saat rapat raksasa di Lapangan Ikada, Jakarta. Bersama Subianto yang merupakan paman dari Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Daan Jahja melaporkan situasi di Lapangan Ikada ke Kantor Kominte Nasional Indonesia Pusat (KNIP).
Sebab sebelum Subuh, seluruh rakyat Indonesia dari berbagai daerah sudah berkumpul di Lapangan Ikada untuk mendengarkan pidato Presiden Soekarno di Rapat Raksasa Lapangan Ikada sekarang bernama Monumen Nasional (Monas). Di sisi lain, tentara Jepang mengerahkan panser dan tank untuk berjaga-jaga.
Untuk menghindari kericuhan antara rakyat Indonesia dan tentara Jepang. Proklamasi akhirnya kumandangkan di rumah Soekarno yang berada di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta. Pada 16 Agustus tengah malam rombongan tersebut sampai di Jakarta. Keesokan harinya, tepatnya 17 Agustus 1945 Proklamasi dikumandangkan oleh Presiden Soekarno-Moh. Hatta.
Daan Jahja wafat pada 20 Juni 1985 tepat saat Hari Raya Idul Fitri 1405H sepulang dari Masjid Sunda Kelapa, Jakarta setelah melaksanakan Salat Id.
(cip)
Lihat Juga :