Bawaslu Kembali Ingatkan Pentingnya ASN Jaga Netralitas di Pemilu
Kamis, 26 Oktober 2023 - 22:28 WIB
loading...
Anggota Bawaslu RI Puadi menjadi narasumber dalam kegiatan SINDO Goes To Campus seri Dialog Pemilu di Ruang Teater Lantai 2 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (26/10/2023). Foto/Arif Julianto
A
A
A
JAKARTA - Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu ) RI Puadi kembali mengingatkan tentang pentingnya Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjaga netralitasnya dalam pemilu. Dia menegaskan, pemberian sanksi tidak akan main-main dijatuhkan oleh pihak terkait.
Soal netralitas ASN ini, Puadi bercerita ada sebuah kasus seorang ASN yang bertugas sebagai kepala sekolah yang memiliki kedekatan dengan salah satu peserta pemilu dalam hal ini caleg. Kemudian, kepala sekolah pun berinisiatif membuat suatu pertemuan dengan guru-guru se-DKI Jakarta.
"Karena kepala sekolah ini kenal dekat dengan caleg, dia kontak, udah nggak papa dateng aja nanti guru-guru saya mau undang. Guru-guru diundang akhirnya, judulnya MGMP Matematika," kata Puadi di Ruang Teater Lantai 2 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (26/10/2023).
Baca Juga: Lewat Sindo Goes To Campus, Bawaslu Ajak Mahasiswa Aktif Awasi Kampanye di Lembaga Pendidikan
Ternyata, kata dia, sesampainya para guru di sekolah, bukan materi perihal persoalan matematika yang dibahas, tapi justru adanya pemberian-pemberian yang menggambarkan sosok caleg tersebut. "Yang keluar sarung dimerekin, peci dimerekin, kemudian ada sajadah dimerekin," ujarnya.
![Bawaslu Kembali Ingatkan Pentingnya ASN Jaga Netralitas di Pemilu]()
SINDO Goes To Campus seri Dialog Pemilu diRuang Teater Lantai 2 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (26/10/2023). Foto/Arif Julianto
Dengan adanya peristiwa tersebut, Puadi mengatakan bahwa kepala sekolah tersebut akhirnya dilaporkan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Lembaga tersebut pun sudah mengeluarkan rekomendasinya.
Soal netralitas ASN ini, Puadi bercerita ada sebuah kasus seorang ASN yang bertugas sebagai kepala sekolah yang memiliki kedekatan dengan salah satu peserta pemilu dalam hal ini caleg. Kemudian, kepala sekolah pun berinisiatif membuat suatu pertemuan dengan guru-guru se-DKI Jakarta.
"Karena kepala sekolah ini kenal dekat dengan caleg, dia kontak, udah nggak papa dateng aja nanti guru-guru saya mau undang. Guru-guru diundang akhirnya, judulnya MGMP Matematika," kata Puadi di Ruang Teater Lantai 2 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (26/10/2023).
Baca Juga: Lewat Sindo Goes To Campus, Bawaslu Ajak Mahasiswa Aktif Awasi Kampanye di Lembaga Pendidikan
Ternyata, kata dia, sesampainya para guru di sekolah, bukan materi perihal persoalan matematika yang dibahas, tapi justru adanya pemberian-pemberian yang menggambarkan sosok caleg tersebut. "Yang keluar sarung dimerekin, peci dimerekin, kemudian ada sajadah dimerekin," ujarnya.

SINDO Goes To Campus seri Dialog Pemilu diRuang Teater Lantai 2 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (26/10/2023). Foto/Arif Julianto
Dengan adanya peristiwa tersebut, Puadi mengatakan bahwa kepala sekolah tersebut akhirnya dilaporkan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Lembaga tersebut pun sudah mengeluarkan rekomendasinya.
Lihat Juga :