Polemik Putusan MK, Ray Rangkuti: Ganjar Pranowo Bisa Bebas dari Bayang-bayang Jokowi
Senin, 16 Oktober 2023 - 23:46 WIB
loading...
Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti (kiri) menilai polemik keputusan MK menguntungkan Capres 2024 Ganjar Pranowo saat Dialog TPWR yang disiarkan SINDOnews TV, Senin (16/10/2023). Foto: SINDOnews TV
A
A
A
JAKARTA - Pengamat politik yang juga Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai polemik keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) menguntungkan Capres 2024 Ganjar Pranowo . MK telah mengabulkan permohonan uji materiil Pasal 169 huruf q UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu soal batas usia Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres).
Selain terbebas dari bayang-bayang sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi), situasi saat ini tidak lagi dikaitkan dengan PDIP melainkan secara personal.
"Bisa menguntungkan dirinya (Ganjar). Dia terbebas dari bayang-bayang Pak Jokowi. Kenyataan Ganjar bisa dapat 1-2 persen kenaikannya," ujar Ray dalam Dialog TPWR yang disiarkan SINDOnews TV, Senin (16/10/2023).
Baca juga: Yusuf Lakaseng Perindo Sebut MK Jadi Alat Politik usai Kabulkan Syarat Capres-Cawapres Pernah Jabat Kepala Daerah
"Segala kaitan dengan hal positif Jokowi nggak ngefek, sebaliknya itu ngefeknya ke PDIP. Justru dengan situasi ini segala tindakan negatif di mata masyarakat tidak lagi dikaitkan dengan Ganjar dan PDIP," katanya.
Menurut dia, saat ini Ganjar seolah-olah di-prank oleh Jokowi. Padahal, dulunya Jokowi yang sangat gencar mempromosikan Ganjar agar dapat dijadikan capres PDIP.
"Itu justru mungkin menambah efek positif kepada Ganjar. Pemilih kita ada orang yang didzalimi seolah mungkin sulit diterima orang," ujar Ray.
Selain terbebas dari bayang-bayang sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi), situasi saat ini tidak lagi dikaitkan dengan PDIP melainkan secara personal.
"Bisa menguntungkan dirinya (Ganjar). Dia terbebas dari bayang-bayang Pak Jokowi. Kenyataan Ganjar bisa dapat 1-2 persen kenaikannya," ujar Ray dalam Dialog TPWR yang disiarkan SINDOnews TV, Senin (16/10/2023).
Baca juga: Yusuf Lakaseng Perindo Sebut MK Jadi Alat Politik usai Kabulkan Syarat Capres-Cawapres Pernah Jabat Kepala Daerah
"Segala kaitan dengan hal positif Jokowi nggak ngefek, sebaliknya itu ngefeknya ke PDIP. Justru dengan situasi ini segala tindakan negatif di mata masyarakat tidak lagi dikaitkan dengan Ganjar dan PDIP," katanya.
Menurut dia, saat ini Ganjar seolah-olah di-prank oleh Jokowi. Padahal, dulunya Jokowi yang sangat gencar mempromosikan Ganjar agar dapat dijadikan capres PDIP.
"Itu justru mungkin menambah efek positif kepada Ganjar. Pemilih kita ada orang yang didzalimi seolah mungkin sulit diterima orang," ujar Ray.
Lihat Juga :