RUU PDP Harus Antisipasi Pesatnya Perkembangan ITE

Selasa, 04 Agustus 2020 - 15:59 WIB
loading...
RUU PDP Harus Antisipasi...
Anggota Komisi I DPR dari PPP Syaifullah Tamliha. Foto: SINDOnews/Abdul Rochim
A A A
JAKARTA - RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP) ditargetkan tuntas pada Oktober 2020. Anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha berharap pembahasan RUU PDP juga memperhatikan arah perkembangan dunia Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) ke depan.

”Seperti apa sih arah ITE yang akan datang. Bagaimana cara orang menjebol, ini harus betul-betul, menurut saya, harus diantisipasi. Jangan sampai kita bolak-balik merevisi sebuah undang-undang yang itu memerlukan biaya yang cukup besar. Contohnya seperti Undang-Undang Penyiaran, yang sudah dua periode dibahas,” tuturnya dalam Diskusi Forum Legislasi bertema ”RUU Perlindungan Data Pribadi, Dapatkah Data Warga Terlindungi?” di Media Center Parlemen, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (4/8/2020).

(Baca: Kebut Pembahasan, Komisi I DPR Targetkan RUU PDP Rampung Oktober)

Dikatakan politikus PPP ini, lahirnya RUU PDP ini ibarat perempuan hamil duluan, di mana sudah banyak kasus kebocoran data, kemudian baru diatur atau dibuatkan UU-nya. Dia mencontohkan aturan pengisian data diri saat mengaktifkan kartu handphone, juga data yang ”dipermainkan” oleh Kementerian Dalam Negeri ke beberapa perusahaan, termasuk misalnya perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang alat transportasi sehingga data-data itu bocor.

”Namun demikian, daripada nggak ada sama sekali, tidak ada salahnya mempunyai Undang-Undang tentang PDP. Kita Komisi I dan pemerintah harus betul-betul melihat rancangan undang-undang ini dibuat untuk mengantisipasi terjadinya pesatnya laju ITE,” tuturnya.

(Baca: RUU PDP Mendesak, Komisi Informasi Ingatkan soal Hak Privasi dan HAM)

Syaifullah Tamliha mengatakan, selama ini banyak kebocoran data pribadi terjadi di perusahaan penyelenggara telekomunikasi. Mereka awalnya meminta data pengguna secara lengkap, kemudian dipakai oleh pihak lain. Hal seperti ini, menurutnya, haus diantisipasi dalam proses penyusunan RUU PDP. ”Nah inilah yang saya kita harapkan, yang akan datang itu jangan sampai bolak-balik seperti ini,” katanya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lagi, Abu Janda Diadukan...
Lagi, Abu Janda Diadukan ke Bareskrim soal Pernyataan Sumbar Intoleran dan Barbar
Penting bagi Literasi,...
Penting bagi Literasi, Mahasiswa Ajak Wikipedia Ikuti Aturan Perlindungan Data di Indonesia
Tanpa Rismon, Roy Suryo...
Tanpa Rismon, Roy Suryo dan Dokter Tifa Bakal Kembali Gugat UU ITE ke MK
BGN Tak Akan Laporkan...
BGN Tak Akan Laporkan Unggahan Menu MBG ke Polisi Asal Sesuai Fakta
Polemik Anggaran MBG...
Polemik Anggaran MBG Kental Nuansa Politik, Pengamat Kebijakan Publik: Secara Prosedural Sudah Disepakati DPR
Kedaulatan Rakyat atas...
Kedaulatan Rakyat atas Data Pribadi Pascaperjalanan Dagang Indonesia-AS
Diduga Bocorkan Nomor...
Diduga Bocorkan Nomor WA, Dokter Detektif Dilaporkan Shella Saukia: Kasus Kini Disidik Polisi
Jadi Korban Pencurian...
Jadi Korban Pencurian Malah Ditersangkakan, Selebgram Nabilah O’Brien Bakal Ajukan Praperadilan
Selebgram Curhat Ditetapkan...
Selebgram Curhat Ditetapkan Tersangka Gara-gara Bahas Kasus Pencurian di Medsos
Rekomendasi
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Tiwi/Fadia Gugur di Perempat Final
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Ukraina Harus Setor...
Ukraina Harus Setor Logam Tanah Jarang jika Ingin Dibantu AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved