Menanti Laporan Kinerja Ekonomi Kuartal II

Senin, 03 Agustus 2020 - 07:07 WIB
loading...
A A A
Menurut BI, penurunan kegiatan dunia usaha terjadi pada seluruh sektor ekonomi dengan penurunan terdalam pada sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor jasa-jasa. Hal tersebut terutama disebabkan oleh penurunan permintaan dan gangguan pasokan akibat pandemi Covid-19.

Melihat data-data yang mengindikasikan pelemahan aktivitas ekonomi tersebut, wajar apabila banyak kalangan yang merasa pesimistis dengan kinerja produk domestik bruto (PDB) di kuartal kedua. Namun, bukan berarti tidak ada harapan terhadap prospek ekonomi di masa mendatang. Apalagi, pemerintah melalui Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional sudah bertekad bahwa pemulihan ekonomi menjadi prioritas di masa pandemi, tanpa melupakan masalah kesehatan.

Masalah kesehatan ini tetap menjadi perhatian karena sampai Minggu (2/7) jumlah kasus positif akibat virus korona belum juga mereda. Kemarin terdapat penambahan 1.519 kasus baru sehingga total menjadi 111.455 kasus di seluruh Indonesia. Kondisi ini jelas tidak bisa dikesampingkan karena penyebaran Covid-19 terbukti masih terus terjadi. Ini juga menjadi peringatan kepada semua pihak agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan di tengah upaya pemulihan yang sedang gencar-gencarnya dilakukan.

Upaya-upaya pemulihan yang sedang dilaksanakan, termasuk memberikan sejumlah insentif kepada pelaku usaha, diharapkan bisa membantu kembali bergeraknya roda ekonomi kuartal ketiga. Periode itu digadang-gadang menjadi titik balik karena kuartal kedua sulit diharapkan.

Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin pekan lalu mengatakan, ekonomi Indonesia pada kuartal ketiga memiliki kesempatan untuk tumbuh positif apabila ada rasa aman di masyarakat untuk kembali beraktivitas. Satgas, kata pria yang juga menjabat wakil menteri BUMN itu, memang diberi tugas khusus oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar bisa menjaga pertumbuhan ekonomi, terutama pada kuartal ketiga (Juli-September 2020). Hal tersebut penting agar pertumbuhannya sebisa mungkin jangan sampai negatif. Ini penting agar APBN tetap sehat kendati dipastikan mengalami defisit di atas 5%, angka yang tak biasa jika dalam kondisi normal.
(ras)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Hydroplus Soccer League...
Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 Digelar di Kudus, 16 Tim Putri Berebut Gelar Musim Perdana
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
Deretan Delegasi Asing...
Deretan Delegasi Asing yang Hadiri Pemakaman Khamenei, Salah Satunya Musuh Bebuyutan Iran
Berita Terkini
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Soroti Dugaan Suap BEM...
Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
Pakar Hukum Sebut Kasus...
Pakar Hukum Sebut Kasus Roy Suryo Tidak Memenuhi Syarat Deponering
Kapolri Lantik Kakorlantas...
Kapolri Lantik Kakorlantas Baru dan 6 Kapolda, Ini Daftarnya
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved