Raker dengan DPR, Kapolri Ditanya Soal Demo Pendukung Ahok

Selasa, 23 Mei 2017 - 17:12 WIB
Raker dengan DPR, Kapolri...
Raker dengan DPR, Kapolri Ditanya Soal Demo Pendukung Ahok
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Alhabsy mengungkap pendapat masyarakat yang menganggap Polri tidak adil dalam menghadapi peserta unjuk rasa.

Polri dinilai lebih tegas terhadap aksi umat Islam ketimbang massa pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Hal itu disampaikan langsung Aboe Bakar kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian saat rapat kerja di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/5/2017).

Aboe Bakar mengaku mendapat banyak pertanyaan seperti itu dari konstituennya. "Sampai ada yang bilang Tito Islam enggak sih? Masyarakat menilai polisi tegas kepada umat Islam, lembek ke yang lain," ujar Aboe Bakar di Ruang Rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/5/2017).

Dia mengatakan, banyak warga yang bertanya kepadanya tentang aparat kepolisian yang terkesan membiarkan aksi unjuk rasa pendukung Ahok di berbagai daerah, maupun di depan Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur yang berlangsung hingga larut malam. Sedangkan aksi Umat Islam pada 4 November 2016 atau 411 ditindak aparat Kepolisian.

Kemudian, aksi penghadangan sejumlah masyarakat di Bandara Sam Ratulangi, Manado terhadap kedatangan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah beberapa hari lalu pun disinggung Aboe Bakar.

"Seakan-akan polisi kok diam, saya yakin enggak diam," kata politikus Partai Keadilan Sejahtera ini. (Baca Juga: Demo hingga Larut Malam, MUI Nilai Pendukung Ahok Tak Tahu Aturan )

Selain itu, penangkapan terhadap Sekretaris Jenderal Forum Ulama Indonesia Muhammad Al Khaththath pun ditanyakan Aboe Bakar kepada Tito Karnavian."Saya juga disuruh tanya, Khaththath kenapa ditangkap," paparnya.

Sem‎entara, lanjut dia, seruan Minahasa Merdeka tidak direspons tegas aparat kepolisian.
(dam)
Berita Terkait
Profesionalitas Harus...
Profesionalitas Harus Jadi Pertimbangan Utama Pemilihan Kapolri Bukan Agama
Kemenag Sebut 16 Kekerasan...
Kemenag Sebut 16 Kekerasan Seksual yang Bisa Dipidana sebagai
Pelaporan Tim AMAN Terhadap...
Pelaporan Tim AMAN Terhadap Wagub Sumut, Bawaslu Medan Diingatkan Soal Profesionalitas
Pacu Kompetensi dan...
Pacu Kompetensi dan Profesionalitas, 13.383 Guru PAI Sekolah Umum Ikuti PPG
Timses Pramono-Rano...
Timses Pramono-Rano Apresiasi Profesionalitas TNI-Polri di Pilkada Jakarta
Deretan Pedoman Polri...
Deretan Pedoman Polri dalam Menjamin Profesionalitas dan Netralitas di Pemilu 2024
Berita Terkini
ASN BPK Kenakan Rompi...
ASN BPK Kenakan Rompi Oranye KPK
Pemerintah Hormati Putusan...
Pemerintah Hormati Putusan Kasus Andrie Yunus, Yusril: Wujud Independensi Peradilan
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
KPK Periksa Bupati Muara...
KPK Periksa Bupati Muara Enim Edison setelah OTT ASN BPK
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved