BLT Dinilai Bukti Hadirnya Negara di Tengah Pandemi COVID-19
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 22:10 WIB
loading...
Bupati Puncak, Willem Wandik menilai dana BLT ke masyarakat membuktikan kehadiran negara di tengah upaya pencegahan dampak sosial akibat pandemi COVID-19 yang tengah menjangkiti Indonesia saat ini. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Bupati Puncak, Willem Wandik menilai dana bantuan langsung tunai (BLT) ke masyarakat membuktikan kehadiran negara di tengah upaya pencegahan dampak sosial akibat pandemi COVID-19 yang tengah menjangkiti Indonesia saat ini. Maka itu, Willem menyampaikan penghargaannya kepada pemerintah pusat terkait dana BLT yang diberikan kepada masyarakatnya.
"Pendistribusian dana BLT harusnya dikhususkan bagi daerah yang warganya terjangkit virus Corona (zona merah). Namun, demi keadilan sosial, Presiden Joko Widodo menurunkan kebijakan agar pembagian dana BLT merata di semua daerah. Ini bukti negara hadir untuk membantu mengatasi dampak sosial dari pendemi Corona di kabupaten ini," ujar Willem Wandik dalam keterangan persnya, Sabtu (1/8/2020). (Baca juga: Revisi PP No 35/2019 Rampung, Gaji ke 13 PNS Cair Pekan Depan)
Adapun jumlah total dana BLT yang disalurkan kepada 206 kampung yang tersebar di 25 distrik berjumlah Rp91 miliar. Untuk tahap pertama pembagian awal dilakukan untuk 6 distrik Kabupaten Puncak, sebesar Rp25 miliar yaitu Distrik Ilaga Utara, Ilaga, Gome, Amukia, Mabugi dan Gome Utara.
Selanjutnya secara bertahap dan merata akan diserahkan ke 19 distrik atau ke 206 kampung di Kabupaten Puncak mulai Selasa 28 Juli 2020. Dalam perhitungan Willem, satu Kepala Keluarga (KK) mendapat dana sebesar Rp600 ribu perbulan. Jika dihitung dari Januari, maka sudah mencapai enam bulan, sehingga satu KK bisa mendapatkan dana Rp4 juta per KK.
“Anda lihat sendiri, semua masyarakat kampung di Puncak begitu senang dan bangga, mereka menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo melalui Menteri Desa, karena di situasi sulit saat ini, mereka bisa lihat dan terima uang BLT secara fisik, ini bukti bahwa negara terus hadir dan peduli kepada masyarakat pegunungan timur yang jauh dari ibu kota Jakarta,” kata Bupati yang pernah menerima penghargaan kepala daerah inovatif 2019 lalu.
"Pendistribusian dana BLT harusnya dikhususkan bagi daerah yang warganya terjangkit virus Corona (zona merah). Namun, demi keadilan sosial, Presiden Joko Widodo menurunkan kebijakan agar pembagian dana BLT merata di semua daerah. Ini bukti negara hadir untuk membantu mengatasi dampak sosial dari pendemi Corona di kabupaten ini," ujar Willem Wandik dalam keterangan persnya, Sabtu (1/8/2020). (Baca juga: Revisi PP No 35/2019 Rampung, Gaji ke 13 PNS Cair Pekan Depan)
Adapun jumlah total dana BLT yang disalurkan kepada 206 kampung yang tersebar di 25 distrik berjumlah Rp91 miliar. Untuk tahap pertama pembagian awal dilakukan untuk 6 distrik Kabupaten Puncak, sebesar Rp25 miliar yaitu Distrik Ilaga Utara, Ilaga, Gome, Amukia, Mabugi dan Gome Utara.
Selanjutnya secara bertahap dan merata akan diserahkan ke 19 distrik atau ke 206 kampung di Kabupaten Puncak mulai Selasa 28 Juli 2020. Dalam perhitungan Willem, satu Kepala Keluarga (KK) mendapat dana sebesar Rp600 ribu perbulan. Jika dihitung dari Januari, maka sudah mencapai enam bulan, sehingga satu KK bisa mendapatkan dana Rp4 juta per KK.
“Anda lihat sendiri, semua masyarakat kampung di Puncak begitu senang dan bangga, mereka menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo melalui Menteri Desa, karena di situasi sulit saat ini, mereka bisa lihat dan terima uang BLT secara fisik, ini bukti bahwa negara terus hadir dan peduli kepada masyarakat pegunungan timur yang jauh dari ibu kota Jakarta,” kata Bupati yang pernah menerima penghargaan kepala daerah inovatif 2019 lalu.
Lihat Juga :