Jokowi Tepis Anggapan Politisasi BLT: Udah dari Dulu
Jum'at, 02 Februari 2024 - 11:55 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menepis adanya unsur politisasi dalam pemberian BLT kepada KPM yang diberikan awal tahun ini hingga bulan Maret mendatang. Foto/MPI/Raka Dwi
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menepis adanya unsur politisasi dalam pemberian bantuan langsung tunai (BLT) kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang diberikan awal tahun ini hingga bulan Maret mendatang.
Jokowi mengatakan bahwa pemberian BLT telah dilakukan oleh pemerintah sejak September tahun 2023.Baca juga: Jokowi Tepis Isu Kabinet Tak Solid setelah Mahfud MD Mundur: Biasa-biasa saja
"Oh udah dari dulu (pemberian BLT). Ini kan sudah dari September," ujar Jokowi seusai menghadiri acara Kongres XVI GP Ansor di Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (2/2/2024).
Jokowi menjelaskan bahwa pemberian BLT dilakukan karena adanya kenaikan harga beras di seluruh negara. Pemberian BLT tersebut, kata Jokowi, untuk memperkuat daya beli masyarakat.
"Kita ingin memperkuat daya beli rakyat yang di bawah dan itu sudah dilakukan. Misalnya bantuan pangan beras itu sudah sejak September, BLT itu karena ada EL Nino kemarau panjang. Sehingga juga ini untuk memperkuat daya beli masyarakat sehingga diperlukan," jelas Jokowi.
Jokowi mengatakan bahwa pemberian BLT telah dilakukan oleh pemerintah sejak September tahun 2023.Baca juga: Jokowi Tepis Isu Kabinet Tak Solid setelah Mahfud MD Mundur: Biasa-biasa saja
"Oh udah dari dulu (pemberian BLT). Ini kan sudah dari September," ujar Jokowi seusai menghadiri acara Kongres XVI GP Ansor di Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (2/2/2024).
Jokowi menjelaskan bahwa pemberian BLT dilakukan karena adanya kenaikan harga beras di seluruh negara. Pemberian BLT tersebut, kata Jokowi, untuk memperkuat daya beli masyarakat.
"Kita ingin memperkuat daya beli rakyat yang di bawah dan itu sudah dilakukan. Misalnya bantuan pangan beras itu sudah sejak September, BLT itu karena ada EL Nino kemarau panjang. Sehingga juga ini untuk memperkuat daya beli masyarakat sehingga diperlukan," jelas Jokowi.
Lihat Juga :