alexametrics

Tahun Kesedihan, Empat Anggota Keluarga Pendiri NU Wafat di 2020

loading...
Tahun Kesedihan, Empat Anggota Keluarga Pendiri NU Wafat di 2020
Empat anggota keluarga pendiri Nahdlatul Ulama (NU) secara beruntun meninggal dunia dalam waktu enam bulan terakhir. FOTO-FOTO/IST
A+ A-
JAKARTA - Tahun kesedihan atau dalam bahasa Arab disebut 'aamul huzni. Istilah ini merujuk pada sebuah tahun dalam penanggalan Qomariyah, di mana Nabi Muhammad SAW kehilangan dua orang yang sangat dekat dengannya. Keduanya adalah sang istri Khadijah serta pamannya, Abu Thalib. Seperti diketahui Khadijah dan Abu Thalib sangat dekat dengan Rasulullah sekaligus sebagai pengasuh dan pelindungnya. Sehingga Nabi Muhammad SAW merasakan kesedihan yang sangat atas kepergian keduanya.

Jika boleh mengkiaskan pada kondisi tersebut, maka 2020 juga merupakan tahun kesedihan bagi keluarga besar Hadhrotussyekh KH Hasyim Asy'ari, pendiri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang sekaligus organisasi Islam, Nahdlatul Ulama (NU). Empat anggota keluarga secara beruntun meninggal dunia dalam waktu enam bulan terakhir. Siapa saja mereka?(Baca juga: Tahun-tahun Terberat SBY Ditinggal Istri, Ibu dan Adik Ipar)

1. KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah)
Tahun Kesedihan, Empat Anggota Keluarga Pendiri NU Wafat di 2020

Gus Solah meninggal dunia pada Minggu malam, 2 Februari 2020 pukul 20.55 WIB di usia 77 tahun. Adik kandung Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu mengembuskan napas terakir dalam proses perawatan di RS Jantung Harapan Kita, Jakarta Barat. Gus Solah dimakamkan di pemakaman Tebuireng di kompleks yang sama di dekat orang tua, kakek-nenek, dan Gus Dur.

KH Solahudin Wahid merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur. Gus Solah tak sekedar seorang kiai, tapi juga aktivis kemanusiaan sekaligus politikus. Ayah Irfan Wahid tersebut pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan anggota Majelis Permusyawatawan Rakyat (MPR) RI di awal masa Reformasi 1998. Karir politik tertinggi pernah menjadi calon wakil presiden bersama Capres Wiranto pada Pilpres 2004.



2. KH Abdul Wachid Mahfudz (Gus Wachid)
Tahun Kesedihan, Empat Anggota Keluarga Pendiri NU Wafat di 2020


Gus Wachid meninggal dunia pada Sabtu malam, 27 Juni 2020 pukul 20.00 WIB dalam perawatan di rumah sakit. Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur itu diinformasikan menghembuskan napas terakhir setelah berjuangan melawan COVID-19. Cicit pendiri NU KH Hasyim Asyari ini dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Seblak, Jombang, berdekatan dengan makam ayah dan ibunya.

KH Abdul Wachid Mahfudz merupakan lulusan Pascasarjana Teknik Maritim di Technische Universiteit Delft Belanda. Meski aktif di PWNU Jatim, tapi adik pengasuh Ponpes Tebuireng saat ini KH Abdul Hakim Mahfudz ini juga seorang profesional. Dia menjabat sebagai Direktur Utama PT Petrogras Jatim Utama sejak 30 Juli 2019.



3. KH Ahmad Zaki Hadziq (Gus Zaki)
Tahun Kesedihan, Empat Anggota Keluarga Pendiri NU Wafat di 2020

Gus Zaki meninggal dunia pada Rabu malam bakda magrib, 1 Juli 2020 di RSUD Jombang. Cucu KH Hasyim Asy'ari ini sebelumnya jatuh sakit dengan keluhan suhu tinggi dan trombosit sangat rendah. Kondisinya sempat membaik dan pulang ke rumah namun kemudian kembali kambuh, hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Berdasarkan informasi, Gus Zaki sempat menjalani rapid test di RSUD Jombang. Pada rapid test pertama nonreaktif, tapi pada rapid test kedua menunjukkan hasil sebaliknya. Pimpinan Wilayah Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur ini dimakamkan di kompleks pemakaman Ponpes Tebuireng Jombang, di dekat makam Gus Dur dan Gus Solah.

4. KH Hasyim Wahid (Gus Iim)
Tahun Kesedihan, Empat Anggota Keluarga Pendiri NU Wafat di 2020

Gus Iim meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2020) pukul 04.18 WIB karena komplikasi ginjal. Anak bungsu KH Wahid Hasyim ini sempat disemayamkan di Ciganjur, Jakarta Selatan lalu dimakamkan di kompleks Ponpes Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur.

KH Hasyim Wahid semasa hidupnya pernah bertugas di pemerintahan sebagai salah satu pejabat Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN ). Selain itu, dia juga pernah menjadi salah satu anggota dan pengurus dari PDI Perjuangan serta anggota Yayasan Keluarga Pembina Kesatuan (YKPK).

Sumber* Diolah dari berbagai sumber
(abd)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak