LSI Denny JA: Mayoritas Ormas Islam Anggap Agama dan Politik Tak Bisa Dipisahkan
Selasa, 19 September 2023 - 15:14 WIB
loading...
Direktur SIGI-LSI Denny JA, Ardian Sopa memaparkan hasil survei LSI Denny JA tentang Ormas Islam, Partai Islam, dan Pilihan Capres, Selasa (19/9/2023). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Lebih dari 60% dari populasi Indonesia menyatakan diri sebagai bagian dari dua organisasi kemasyarakatan ( ormas) Islam , Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Namun sebagian besar menyatakan tidak setuju dengan ideologi syariat Islam.
Hal ini terungkap dalam hasil survei LSI Denny JA berjudul Ormas Islam, Partai Islam, dan Pilihan Capres yang dirilis, Selasa (19/9/2023). Direktur SIGI-LSI Denny JA, Ardian Sopa mengatakan, survei ini melibatkan 1.200 responden. Dari jumlah itu, 56,9% menyatakan merasa bagian dari NU; 5,7% bagian dari Muhammadiyah; dan 3,0% menyatakan merasa bagian dari ormas Islam lainnya. Sedangkan 33,8% menyatakan tidak merasa bagian dari ormas Islam manapun.
"Yang merasa bagian dari NU, sebesar 82,9% menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali dengan ideologi syariat Islam. Yang merasa bagian dari Muhammadiyah menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali sebesar 82,5%," kata Ardian Sopa dalam rilis surveinya, Selasa (19/9/2023).
Baca juga: MUI dan Ormas Islam Sepakat Larang Masjid Jadi Arena Politik Praktis
Jawaban yang sama juga disampaikan 76,2% responden yang merasa dari ormas Islam lain. Begitu juga yang merasa bukan bagian dari ormas Islam, sebanyak 79,7% menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali dengan ideologi syariat Islam.
Pada bagian lain, mayoritas responden menganggap agama dan politik adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Sebanyak 54% dari yang merasa NU menyatakan agama dan politik tidak bisa dipisahkan, adapun 39,4% menganggap agama harus terpisah dari politik, dan 6,6% mengaku tidak tahu/tidak jawab.
Di ormas Muhammadiyah juga sama, sebanyak 67,5% menyatakan agama dan politik adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Hanya 27,5% yang merasa agama harus terpisah dari politik, sedangkan 5% lainnya tidak tahu/tidak jawab.
Hal ini terungkap dalam hasil survei LSI Denny JA berjudul Ormas Islam, Partai Islam, dan Pilihan Capres yang dirilis, Selasa (19/9/2023). Direktur SIGI-LSI Denny JA, Ardian Sopa mengatakan, survei ini melibatkan 1.200 responden. Dari jumlah itu, 56,9% menyatakan merasa bagian dari NU; 5,7% bagian dari Muhammadiyah; dan 3,0% menyatakan merasa bagian dari ormas Islam lainnya. Sedangkan 33,8% menyatakan tidak merasa bagian dari ormas Islam manapun.
"Yang merasa bagian dari NU, sebesar 82,9% menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali dengan ideologi syariat Islam. Yang merasa bagian dari Muhammadiyah menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali sebesar 82,5%," kata Ardian Sopa dalam rilis surveinya, Selasa (19/9/2023).
Baca juga: MUI dan Ormas Islam Sepakat Larang Masjid Jadi Arena Politik Praktis
Jawaban yang sama juga disampaikan 76,2% responden yang merasa dari ormas Islam lain. Begitu juga yang merasa bukan bagian dari ormas Islam, sebanyak 79,7% menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali dengan ideologi syariat Islam.
Pada bagian lain, mayoritas responden menganggap agama dan politik adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Sebanyak 54% dari yang merasa NU menyatakan agama dan politik tidak bisa dipisahkan, adapun 39,4% menganggap agama harus terpisah dari politik, dan 6,6% mengaku tidak tahu/tidak jawab.
Di ormas Muhammadiyah juga sama, sebanyak 67,5% menyatakan agama dan politik adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Hanya 27,5% yang merasa agama harus terpisah dari politik, sedangkan 5% lainnya tidak tahu/tidak jawab.
Lihat Juga :