Percikan Filsafat dalam Novel Rayni Massardi

Senin, 18 September 2023 - 13:12 WIB
loading...
A A A
Pandangan “muram” tentang dunia dan manusia itu, berbeda dengan pandangan Gottfried Wilhelm von Leibniz. Menurut Leibniz, dunia kita adalah yang terbaik di antara semua dunia yang mungkin. Leibniz memang pemikir yang relijius, beriman, dan percaya pada kebaikan Tuhan. Katanya, Tuhan telah menciptakan dunia yang paling baik bagi kita. Dunia yang kita tempati ini sudah merupakan hasil maksimal. Dan manusia adalah makhluk yang memiliki tingkat kesadaran sangat tinggi --dibanding tumbuhan dan hewan. Lalu, mengapa ada kejahatan dan penderitaan di dunia ini? Jawab Lebiniz, karena ciptaan tidak sesempurna Penciptanya. Manusia diberi kehendak bebas, tetapi dalam kehendak bebas ini manusia memilih yang jahat, maka dia menkjadi korban dari yang jahat. Meski demikian, dunia ini tetap berada dalam kekuasaan dan kebaikan Tuhan.

Lain lagi dengan pendapat Jean-Jacques Rousseau. Katanya, manusia dalam keadaan alamiahnya (etat naturel) adalah ciptaan yang otonom, polos, bahagia, tidak egois, tetapi juga tidak altruis. Dengan bahasa lain, manusia alamiah tidak baik dan tidak buruk. Ia hidup dengan polos dan menyintai diri secara spontan. Ia bebas dari segala wewenang orang lain dan karena itu secara hakiki sama kedudukannya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan penghalusan kesenian yang dibanggakan di Prancis saat itu tidak memajukan, melainkan membusukkan akhlak manusia.

Kepolosan manusia itu rusak ketika masuk ke dalam kesatuan masyarakat. Karena di dalam masyarakat mulai ada ketidaksamaan, dan kaetidaksamaan itu menimbulkan segala kemerosotan dan egoisme. Namun Rousseau menyadari bahwa manusis tak mungkin kembali ke keadaan alamiah. Perkembangan manusia tidak terelakkan. Untuk mengatasi keadaan ini, Rousseau melahirkan konsep filsafat negara dalam Contract Social. Di situ dijelaskan olehnya bagaimana negara seharusnya berlaku agar manusia di dalamnya tetap memiliki kebebasan.

Di akhir novel, digambarkan tampak terjadi keheboan di ujung jalan. Rumah Sigap dibongkar dengan menggunakan buldozer. Suara raungan kendaraan berat dan keramaian di sekitarnya, membuat Sila ketakutan. Dia terduduk di sudut kamar, menangis tidak berhenti. Rumah Sigap dibumihanguskan. Bukan karena tanpa izin, bukan karena ada yang ilegal. Tetapi itu memang kehendak pemiliknya, kata perwakilan PT Suka Mulya Abadi. Mereka hadir dengan membawa surat resmi. Sila tidak percaya semuanya seketika menjadi kosong tanpa arti. Ketika dia menanyakan di mana Mr. Sigap berada, mereka hanya menjawab tidak tahu, juga tidak pernah bertemu. Mereka hanya menerima surat perintah berdasarkan surat kuasa dari pemilik melalui pengacara dan notarisnya.

Sila tidak mau ada kenangan buruk dalam hidupnya. Semua kepedihan dibiarkannya beriringan dengan keseharian, dan lautan pun menjadi satu kesatuan yang harus dilaluinya. Tidak ada lagi ketergantungan kepada Sigap atau siapa pun.

Sila tidak mau sakit hati. Dia merasa tubuhnya tidak sehat, namun dia tidak boleh sakit. Sila merasa dicampakkan, tapi dia tahu batas toleransinya. Dia sudah berada di titik jengah untuk semua yang terjadi. Kesabaran membuatnya bertahan karena dia yakin suatu waktu semua akan berakhir, dan dia akan mati. Dan kremasi adalah pilihannya. Harga mati!

Semua memo, keinginannya untuk dikremasi, diselipkan Sila di mana saja. Ditempel pada cermin di kamar, di kamar mandi, di dapur, juga dalam kertas yang dibekukan bersama es batu di dalam kulkas. Isinya akan mengingatkan kepada setiap orang yang menemukan jasadnya, agar mengkremasi saja, membakar tubuhnya, dan melarungkan abunya ke tengah lautan. Surat legal berisi wasiatnya mengenai kremasi, pemberian organ tubuh, juga sudah dibuat dan dititipkan di kantornya. Wasiat untuk segala aset dan kepemilikan harta bendanya, dipercayakan kepada yayasan yatim piatu dan beberapa rumah jompo, workshop anak jalanan, rumah sakit kecil, dan banyak lagi, yang semuanya harus dikelola di bawah payung perusahannya.

Sila merasa telah dikhianati oleh semua yang telah dia percayai. Sila merasa telah tersakiti oleh permainan dunia ini! Mungkin, ini saja yang akan tersisa sebagai luka pada dirinya, hingga dia kelak mati sendiri.

Sekian tahun dan sekian waktu berlalu. Terlipat sebuah surat wasiat dari Wijaya Munar, ayah Sila, yang wafat beberapa tahun lalu. Ia meninggalkan warisan dan membagikan seluruh asetnya, kepada ketiga anaknya: Sukat, Sulis, dan Sila. Di antaranya, Sila mendapatkan tambahan sebidang tanah di kota kecil, yang berada di ujung jalan, di dekat rumahnya. Menurut wasiat itu, Wijaya Kumar mewarisi lahan itu dari mendiang Ayahnya, yang ternyata bernama Sigap Walam!

Apakah sebagian dari isi novel ini merupakan solilokui Rayni sendiri? Siapa tahu. Atau tidak terlalu penting. Yang jelas, melalui novel ini, Rayni sudah menunjukkan kemampuannya menulis novel yang dapat memancing “percakapan filosofis” tentang hakekat dunia, hakekat hidup, dan hakekat manusia dengan segala persoalannya.
.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Mama Sinta Laporkan...
Mama Sinta Laporkan Dandhy Laksono soal Film Pesta Babi, Polisi Lakukan Pendalaman
Polemik Film Pesta Babi,...
Polemik Film Pesta Babi, Publik Diajak Melihat Papua Secara Utuh
TB Hasanuddin Kritisi...
TB Hasanuddin Kritisi Pembubaran Nobar Film Pesta Babi
Smartwatch di Pergelangan...
Smartwatch di Pergelangan Bangsa: Membaca Indonesia Melalui Heidegger, Merleau-Ponty, dan Simondon
MaxNovel Award 2025,...
MaxNovel Award 2025, Kemenbud: Sastra adalah Ingatan Kolektif Bangsa
Sinopsis Disclosure...
Sinopsis Disclosure Day, Film Terbaru Steven Spielberg tentang Rahasia Alien yang Guncang Dunia
Pembuktian Irish Bella...
Pembuktian Irish Bella jadi Produser di Film Horor Dosa, Tayang 11 Juni
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
Rekomendasi
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Grand Opening Mitra10...
Grand Opening Mitra10 Pengayoman, Hadirkan One Stop Shopping #SelengkapItu dan Promo Menarik
Berita Terkini
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
JPU Sebut Kasus Chromebook...
JPU Sebut Kasus Chromebook Nadiem termasuk White Collar Crime, Kuasa Hukum Terkejut
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Ogah Tanggapi Laporan...
Ogah Tanggapi Laporan Roy Suryo, Rismon: Saya Fokus Bikin Buku Gibran
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved