Kelaparan Berulang di Papua, Faktor Budaya Penghambat Penanganan

Rabu, 30 Agustus 2023 - 10:16 WIB
loading...
Kelaparan Berulang di...
Arifin S Harahap. Foto/Istimewa
A A A
Arifin S Harahap
Dosen Fikom Universitas Esa Unggul, mantan jurnalis

BETAPA memilukan, bencana kelaparan kembali terjadi di negeri seribu bahasa tanah Papua . Krisis yang terjadi di Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi di Kabupaten Puncak, Papua Tengah mengakibatkan enam orang meninggal dunia.

BNPB menyebutkan, sekitar 7.500 - 8.000 warga terdampak secara langsung karena cuaca dingin ekstrem membuat tanaman umbi-umbian yang menjadi makanan pokok warga setempat membusuk. Warga pun akhirnya tidak memiliki bahan pangan. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah akan membangun gudang stok pangan dan beberapa infrastuktur di sana untuk mengatasi kelaparan itu. (Sindonews.com, 18/8/2023).

Ironis memang, setiap terjadi kelaparan di Papua, lebih banyak dipersoalkan terkait kegagalan sistem pangan di sana karena cuaca dingin ekstrem. Penangan sistem pangan oleh pemerintah sebetulnya hanya masalah darurat, bukan mengatasi persoalan jangka panjang.

Bila kita merunut ke masa lalu, masalah kelaparan di Papua sudah berulang kali terjadi sejak tahun 1980-an hingga kini. Kasus kelaparan terparah terjadi tahun 1998 di Jayawijaya. Saat itu, lebih dari 430 orang tewas, dan 90.000 jiwa terancam kelaparan. Berarti, hingga kini kasus kelaparan ini masih kerap berulang di Papua.

Baca Juga: Menko PMK Ungkap Ada Pejabat yang Berupaya Tutupi Kelaparan di Papua Tengah

Sebetulnya masalah ini bisa ditangani dengan baik bila disadari karakteristik wilayah Papua sangat berbeda dengan wilayah lainnya di Indonesia. Akar masalah kelaparan yang terus berulang cenderung terkait pendidikan dan budaya yang belum tertangani dengan baik di sana.

Masalah pendidikan mestinya menjadi salah satu skala prioritas yang mesti ditangani secara berkesinambungan bagi warga di pedalaman Papua. Ketimpangan pendidikan penduduk Papua sangat ironis, Data BPS 2022 menyebutkan, 33,58 persen penduduk Papua tak punya ijazah, dan yang berpendidikan tinggi hanya sekiar 8,63 persen. Ini berarti, 91 persen penduduk Papua pendidikannya di bawah perguruan tinggi. Bagaimana mungkin mereka dapat menyejahterakan hidup dengan tingkat pendidikan seperti itu di zaman modern ini?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
Tim Kolaborasi Film...
Tim Kolaborasi Film Pesta Babi Buka Suara setelah Mama Sinta Lapor Polisi
Yorrys Raweyai Soroti...
Yorrys Raweyai Soroti Eksploitasi Hutan di Tanah Papua dan Dorong Pembentukan Pansus
Kritik dalam Film Pesta...
Kritik dalam Film Pesta Babi Jadi Bahan Evaluasi Pembangunan di Papua
Bea Cukai Papua Fasilitasi...
Bea Cukai Papua Fasilitasi dan Gerakkan Ekonomi Daerah, dari PSN hingga UMKM
Ledakan Bom Sisa Perang...
Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua, 9 Tewas, 6 Luka-luka
60,5% Wilayah Indonesia...
60,5% Wilayah Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau
Rekomendasi
DBD Tak Lagi Penyakit...
DBD Tak Lagi Penyakit Musiman, Ahli Minta Pencegahan Dengue Sepanjang Tahun
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
Berita Terkini
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Judul RUU Perampasan...
Judul RUU Perampasan Aset Diubah Menjadi RUU Pemulihan Aset? Ini Pandangan Pakar Hukum Pidana
96 Perwira Duduki Jabatan...
96 Perwira Duduki Jabatan Strategis di Bareskrim pada Mutasi Juni 2026, Ini Namanya
Prabowo Minta Tindakan...
Prabowo Minta Tindakan Tegas Terhadap Penyelewengan Tak Merusak Stabilitas Nasional
3 Fakta yang Telah Diungkap...
3 Fakta yang Telah Diungkap KPK Terkait OTT Bupati Lombok Barat
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved