Trending Topic di Twitter, Warganet Heboh dengan Gilang, Bungkus dan Pocong
Kamis, 30 Juli 2020 - 15:32 WIB
loading...
Nama Gilang tiba-tiba menjadi begitu terkenal, hingga diperbincangkan warganet. Bahkan di Twitter nama ini menduduki peringkat pertama sebagai trending topic. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Nama Gilang tiba-tiba menjadi begitu terkenal, hingga diperbincangkan warganet. Bahkan di Twitter nama ini menduduki peringkat pertama sebagai trending topic, diikuti pocong dan bungkus.
(Baca juga: Pendidikan Berperan dalam Pembangunan Mental Spiritual Bangsa)
SINDOnews menelusuri melalui akun Twitter, mufis @m_fikris yang menceritakan tentang sosok Gilang, sampai terkait dengan pocong dan bungkusan. "Jadi awalnya waktu maba di salah satu PTN di SBY (tapi beda PTN sama dia ya), tahun lalu, dia ngefollow di IG dan ninggalin komentar suruh difollback. Nah yaa udah, liat foto ignya dia juga anak PTN di SBY yaa aku follback," kata Mufis, Kamis (30/7/2020).
![Trending Topic di Twitter, Warganet Heboh dengan Gilang, Bungkus dan Pocong]()
"Hingga pada Jumat kemaren si anak ini, namanya Gilang, ngechat aku. Dia ngaku, angkatan 2015. Terus akhirnya nanyain no WA ke aku, sebelum aku kasih aku tanya dong, buat apa?. Katanya dia buat riset proyek tulisannya dia. Ya udah lah, kasih nomornya," tambahnya.
(Baca juga: Covid-19 Renggut 106 Nyawa WNI, Terbanyak di Arab Saudi)
Dalam perbincangannya itu, Mufid mengaku dirinya diminta Gilang untuk ikut terlibat dalam riset yang dilakukannya. "Lanjut di wa, dia njelasin maksud minta no WA-ku sebelumnya yakni untuk riset dia. Dia bilang sedang ngadain riset tentang bungkus-membungkus. Waktu saya nanya maksudnya apa pasti dialihin gitu lah, kek jangan nanya-nanya dulu, nanti juga bakal tahu dan sebagainya," ucapnya.
"Terus dia jelasin juga alasannya dia bikin riset gituan buat apa. Katanya dia lagi bikin tulisan gitu. Nah dia bungkus-bungkus gitu biar saya tertekan, trus ngeluarin emosi-emosi kaya nangis, cemas, gugup gitu," sambung Mufis.
![Trending Topic di Twitter, Warganet Heboh dengan Gilang, Bungkus dan Pocong]()
Diakui Mufis, riset yang dilakukan Gilang ini cukup membuat dirinya diselimuti rasa takut dan bertanya-tanya maksud di balik risetnya itu. "Karena sedikit takut ama penjelasan dia, saya nolak dong. Tp dia terus jelasin kalau ini tuh aman, ini tuh udah dicoba ke banyak orang (read:korban) dan selamat gitu-gitu lah," ungkap Mufis.
Sampai kata Mufis, Gilang memohon karena diirnya sudah semester 10 dan harus segera menyelesaikan risetnya. "Sampai dia mohon-mohon, terus karena kasian ya dia bilang juga karena udah semester 10. Katanya tenggat waktunya udah mepet. Sampai bilang mau memohon gitu di kaki saya. Ya udah mau bantuin dia," kata Muflis.
(Baca juga: Pendidikan Berperan dalam Pembangunan Mental Spiritual Bangsa)
SINDOnews menelusuri melalui akun Twitter, mufis @m_fikris yang menceritakan tentang sosok Gilang, sampai terkait dengan pocong dan bungkusan. "Jadi awalnya waktu maba di salah satu PTN di SBY (tapi beda PTN sama dia ya), tahun lalu, dia ngefollow di IG dan ninggalin komentar suruh difollback. Nah yaa udah, liat foto ignya dia juga anak PTN di SBY yaa aku follback," kata Mufis, Kamis (30/7/2020).

"Hingga pada Jumat kemaren si anak ini, namanya Gilang, ngechat aku. Dia ngaku, angkatan 2015. Terus akhirnya nanyain no WA ke aku, sebelum aku kasih aku tanya dong, buat apa?. Katanya dia buat riset proyek tulisannya dia. Ya udah lah, kasih nomornya," tambahnya.
(Baca juga: Covid-19 Renggut 106 Nyawa WNI, Terbanyak di Arab Saudi)
Dalam perbincangannya itu, Mufid mengaku dirinya diminta Gilang untuk ikut terlibat dalam riset yang dilakukannya. "Lanjut di wa, dia njelasin maksud minta no WA-ku sebelumnya yakni untuk riset dia. Dia bilang sedang ngadain riset tentang bungkus-membungkus. Waktu saya nanya maksudnya apa pasti dialihin gitu lah, kek jangan nanya-nanya dulu, nanti juga bakal tahu dan sebagainya," ucapnya.
"Terus dia jelasin juga alasannya dia bikin riset gituan buat apa. Katanya dia lagi bikin tulisan gitu. Nah dia bungkus-bungkus gitu biar saya tertekan, trus ngeluarin emosi-emosi kaya nangis, cemas, gugup gitu," sambung Mufis.

Diakui Mufis, riset yang dilakukan Gilang ini cukup membuat dirinya diselimuti rasa takut dan bertanya-tanya maksud di balik risetnya itu. "Karena sedikit takut ama penjelasan dia, saya nolak dong. Tp dia terus jelasin kalau ini tuh aman, ini tuh udah dicoba ke banyak orang (read:korban) dan selamat gitu-gitu lah," ungkap Mufis.
Sampai kata Mufis, Gilang memohon karena diirnya sudah semester 10 dan harus segera menyelesaikan risetnya. "Sampai dia mohon-mohon, terus karena kasian ya dia bilang juga karena udah semester 10. Katanya tenggat waktunya udah mepet. Sampai bilang mau memohon gitu di kaki saya. Ya udah mau bantuin dia," kata Muflis.
Lihat Juga :