Eksploitasi Kesedihan di TikTok, Partai Perindo Minta Pemerintah Perketat Pengawasan
Senin, 25 September 2023 - 20:24 WIB
loading...
Juru Bicara Nasional DPP Partai Perindo, Yerry Tawalujan. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menyoroti kasus eksploitasi anak yang dilakukan pengelola Panti Asuhan Yayasan Kasih Olayama Raya, Kota Medan, Sumatra Utara. Pengelola Panti Asuhan mencari donasi dengan cara menayangkan kesedihan anak-anak asuhannya secara online di TikTok .
Juru Bicara Nasional DPP Partai Perindo, Yerry Tawalujan menyoroti, bahwa hasil sumbangan masyarakat yang diterima justru dipergunakan untuk kepentingan pribadi dengan membeli aset berupa tanah.
"Tindakan yang dilakukan pengelola panti asuhan dengan mengeksploitasi kesedihan anak untuk mencari uang lalu dipergunakan untuk kepentingan pribadi jelas perbuatan yang salah dan melanggar hukum," kata Yerry, Senin (25/9/2023).
Menurut Yerry, yang juga merupakan Bacaleg DPR dari Dapil Sulawesi Utara ini membuka panti asuhan sebenarnya adalah pekerjaan mulia lantaran menampung anak-anak yang tidak mampu atau kehilangan orang tuanya.
Namun, menjadi permasalahan ketika pengelola panti asuhan mengeksploitasi kesedihan dan penderitaan anak dengan cara menayangkannya di media sosial TikTok untuk menggalang donasi publik.
Juru Bicara Nasional DPP Partai Perindo, Yerry Tawalujan menyoroti, bahwa hasil sumbangan masyarakat yang diterima justru dipergunakan untuk kepentingan pribadi dengan membeli aset berupa tanah.
"Tindakan yang dilakukan pengelola panti asuhan dengan mengeksploitasi kesedihan anak untuk mencari uang lalu dipergunakan untuk kepentingan pribadi jelas perbuatan yang salah dan melanggar hukum," kata Yerry, Senin (25/9/2023).
Menurut Yerry, yang juga merupakan Bacaleg DPR dari Dapil Sulawesi Utara ini membuka panti asuhan sebenarnya adalah pekerjaan mulia lantaran menampung anak-anak yang tidak mampu atau kehilangan orang tuanya.
Namun, menjadi permasalahan ketika pengelola panti asuhan mengeksploitasi kesedihan dan penderitaan anak dengan cara menayangkannya di media sosial TikTok untuk menggalang donasi publik.
Lihat Juga :