Sukacita Pendiri Bank Plastik dan Pengepul Kumpulkan 50 Juta Kg Plastik di Indonesia

Senin, 21 Agustus 2023 - 15:11 WIB
loading...
Sukacita Pendiri Bank...
Komunitas pengepul yang tergabung dalam Plastic Bank Indonesia mengepak sampah plastik di sebuah titik kawasan Ibu Kota Jakarta. Foto: Istimewa
A A A
JAKARTA - Merayakan terkumpulnya 50 juta kilogram (kg) sampah plastik di Indonesia, David Katz, Pendiri Plastic Bank, mengunjungi komunitas pengepul yang tergabung dalam Plastic Bank di Indonesia, pada 18-22 Agustus 2023.

baca juga: Urgensi Mengelola Sampah Plastik

Kedatangan David Katz sontak mengejutkan anggota komunitas Plastic Bank yang berdedikasi tinggi bagi keluarga, komunitas dan masyarakat. Apalagi, mereka yang terpilih akan mendapatkan bantuan sosial sesuai dengan kebutuhan masing-masing sehingga mereka dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya serta orang-orang terdekat.

“Anggota komunitas kami adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang telah menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan planet kita dengan cara mengumpulkan plastik daur ulang dan mencegah polusi plastik di lingkungan dan lautan,” kata Katz.

"Tujuan kami adalah memberikan pengalaman transformatif kepada anggota komunitas kami dengan cara membagikan momen berbahagia, baik dalam bentuk bantuan kendaraan bermotor, laptop dan beasiswa sekolah, paket beras, dukungan finansial untuk pengembangan usaha warung atau kebutuhan lainnya."

baca juga: Nelayan Yunani Berjuang Melawan Polusi Sampah Plastik

Kunjungan Katz sangat penting karena bertepatan dengan pencapaian komunitas Plastic Bank Indonesia yang secara kolektif telah mengumpulkan 50 juta kilogram plastik. Jumlah ini setara dengan 2,5 miliar botol plastik sekali pakai, berkontribusi terhadap pencegahan pencemaran lingkungan dan lautan.

Plastic Bank adalah sebuah perusahaan sosial yang memiliki misi mencegah polusi plastik di laut dan mengurangi kemiskinan dengan memberdayakan komunitas pengepul plastik.

Sejak 2019, Plastic Bank Indonesia telah bermitra dengan 230 komunitas pengepul dan memberdayakan 13.900 anggota pengumpul plastic dengan memberikan peningkatan pendapatan, serta akses terhadap BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Kunjungan Katz juga memiliki arti penting bagi bisnis lokal di Indonesia. Sebagai salah satu negara penyumbang polusi plastik di laut terbesar di dunia, bisnis kecil maupun besar dituntut untuk bertanggung jawab atas polusi plastik yang dihasilkan dan bersama-sama mencari solusi untuk mengatasi masalah ini.

Menciptakan Dunia Tanpa Sampah

Menurut penelitian, Indonesia menempati urutan kelima di antara penghasil polusi plastik di lautan dunia, dengan menghasilkan 7,8 juta ton sampah plastik setiap tahunnya, di mana 4,9 juta ton di antaranya tidak dikelola dengan baik.

Sementara itu, terdapat 3,7 juta pemulung yang hidup di bawah garis kemiskinan. Melalui Impact Program Plastic Bank, perusahaan dapat berkontribusi dan bertindak sebagai katalis untuk menciptakan perubahan positif baik secara lingkungan, sosial dan ekonomi.

baca juga: Mendegradasi Sampah Plastik Cukup 2-5 Tahun, Begini Caranya

Program ini turut mendukung tercapainya tujuan Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) sekaligus membantu mengurangi kemiskinan di kalangan komunitas pengumpul plastik di Indonesia.

Plastic Bank sendiri memiliki visi untuk menciptakan dunia tanpa sampah, memberdayakan gerakan Social Recycling yang mencegah polusi plastik di laut dan membantu mengurangi kemiskinan.

Komunitas pengumpul plastik mengumpulkan dan menggunakan plastik daur ulang sebagai mata uang untuk mendapatkan penghasilan dan berbagai manfaat sosial lainnya, seperti bahan makanan, asuransi BPJS kesehatan, asuransi BPJS Ketenagakerjaan, konektivitas digital, dan layanan keuangan.

Transaksi plastik dicatat di platform Plastic Bank yang berbasis blockchain sehingga menciptakan sistem pengumpulan plastik yang terlacak dari hulu ke hilir, mendistribusikan insentif finansial bagi anggota komunitas, dan memverifikasi pelaporan bagi mitra bisnis.

Material plastik yang terkumpul didaur ulang menjadi bahan baku untuk digunakan kembali dalam produk dan kemasan, sehingga memberikan kehidupan baru bagi plastik lama. Saat ini, Plastic Bank sudah beroperasi di Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin. Lebih 91,4 juta kilogram plastik yang dikumpulkan dan dicegah dari pencemaran di laut secara global.

Tentang David Katz

David Katz adalah Duta Social Recycling, Pendiri dan Chairman Plastic Bank - yaitu suatu solusi untuk atasi polusi plastik di laut yang telah diakui secara internasional. Melalui ide inovatifnya, David Katz membantu dunia untuk mengumpulkan dan menggunakan plastik daur ulang sebagai mata uang.

baca juga: Kampanye Masif Galon Sekali Pakai Ganggu Upaya Pengurangan Sampah Plastik

Saat ini, perusahaan sosialnya memiliki jaringan global yang terdiri dari lebih dari 600 komunitas pengumpul plastik dengan lebih dari 38.000 anggota, mengurangi kemiskinan sambil melestarikan lautan dari ancaman polusi plastik.

Kepemimpinan David telah mendukung mitra global seperti SC Johnson, Henkel, dan lainnya untuk mencegah miliaran botol plastik agar tidak sampai mencemari lautan. David dinobatkan sebagai salah satu pengusaha yang paling berjiwa sosial di dunia.

Atas dedikasinya, David menerima banyak penghargaan, di antaranya United Nations Lighthouse Award for Planetary Health, penghargaan Paris Climate Conference Sustainia Community, Ernst & Young Lifetime Achievement Award The Globe and Mail: Report on Business Magazine's Changemakers Award, dan diberi gelar Entrepreneur Organizations, Global Citizen.
(hdr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Ironi Sampah di Jantung...
Ironi Sampah di Jantung Jakarta
Prabowo Targetkan Masalah...
Prabowo Targetkan Masalah Sampah di Indonesia Tuntas 2–3 Tahun
Dilantik Prabowo Jadi...
Dilantik Prabowo Jadi Menteri LH, Jumhur: Lingkungan Hidup Harus Jadi Habits di Hati Kita
Pemerintah Tegaskan...
Pemerintah Tegaskan Penghentian Open Dumping dan Percepatan Pemilahan Sampah
Prabowo Panggil Mendiktisaintek...
Prabowo Panggil Mendiktisaintek Brian Yuliarto ke Istana Bahas Teknologi Pengelolaan Sampah
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan...
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan Sampah Harus Diubah dari Mengelola kepada Mencegah
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Gerakan Plogging Dorong...
Gerakan Plogging Dorong Gaya Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan di Bali
Rekomendasi
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
Masyarakat Indonesia...
Masyarakat Indonesia Bangun Islamic Centre Pertama dan Terbesar di Melbourne dari Eks Kantor Polisi
Berita Terkini
Kejari Jaksel Sebut...
Kejari Jaksel Sebut Praperadilan Roy Suryo Salah Alamat
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Puluhan Ojol Gelar Aksi di Luar Pengadilan
Dito Ariotedjo Lebih...
Dito Ariotedjo Lebih Langsing saat Penuhi Panggilan KPK Hari Ini: Finish Hyrox Under 2 Jam
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Roy Suryo Geleng-geleng Kepala Dengar Jawaban Polda Metro Jaya
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Mantan Menpora Dito...
Mantan Menpora Dito Ariotedjo Kembali Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved